BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada November 2024, Kalimantan Tengah mengalami kenaikan inflasi yang cukup signifikan dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan pemantauan BPS Provinsi Kalimantan Tengah di empat kabupaten/kota, inflasi year-on-year atau y-on-y tercatat sebesar 1,02 persen.
"Indeks Harga Konsumen atau IHK meningkat dari 105,06 pada November 2023 menjadi 106,13 pada November 2024. Tingkat inflasi month-to-month atau m-to-m dan year-to-date atau y-to-d masing-masing sebesar 0,36 persen dan 0,55 persen," kata Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti bersama Plh Asisten Pemerintahan dan Kesra atau Pemkesra Setda Provinsi Kalteng, Maskur menyampaikan berita resmi statistik pada Senin, 2 Desember 2024.
Agnes menyatakan bahwa kenaikan inflasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. "Kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,47 persen menjadi salah satu penyumbang utama inflasi. Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan tertinggi sebesar 5,15 persen," ujar Agnes.
Kelompok pengeluaran lainnya yang turut menyumbang inflasi y-on-y adalah kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,60 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,80 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,11 persen, kelompok pendidikan sebesar 2,21 persen, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,55 persen.
Di sisi lain, beberapa kelompok mengalami penurunan indeks harga, seperti kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,33 persen, kelompok transportasi sebesar 1,21 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen, serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,05 persen.
--page
Agnes Widiastuti juga menyoroti komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada November 2024.
"Emas perhiasan, Sigaret Kretek Mesin atau SKM, dan bawang merah adalah beberapa komoditas yang memberikan kontribusi besar terhadap inflasi. Selain itu, minyak goreng, kopi bubuk, dan ikan patin juga turut menyumbang kenaikan harga," jelasnya.
Sementara itu, komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y antara lain cabai rawit, daging ayam ras, dan bensin.
"Penurunan harga pada beberapa komoditas ini membantu menahan laju inflasi lebih tinggi," tambah Agnes.
Pada November 2024, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m antara lain bawang merah, daging ayam ras, dan ikan gabus. Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi m-to-m antara lain beras, cabai rawit, dan angkutan udara.
Agnes Widiastuti menekankan pentingnya upaya bersama untuk mengendalikan inflasi.
"Kami berharap pemerintah daerah dan masyarakat dapat bekerja sama dalam menjaga stabilitas harga. Langkah-langkah strategis perlu diambil untuk mengatasi kenaikan harga yang signifikan pada beberapa komoditas," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









