PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, melaporkan bahwa kelompok pakaian dan alas kaki di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 0,60 persen pada November 2024. Indeks harga konsumen atau IHK untuk kelompok ini meningkat dari 102,13 pada November 2023 menjadi 102,74 pada November 2024.

"Seluruh subkelompok dalam kelompok ini mengalami inflasi y-on-y," ujar Agnes bersama Plh Asisten Pemerintahan dan Kesra atau Pemkesra Setda Provinsi Kalteng, Maskur menyampaikan berita resmi statistik pada Senin, 2 Desember 2024.

Subkelompok pakaian mengalami inflasi y-on-y sebesar 0,56 persen, sementara subkelompok alas kaki mengalami inflasi y-on-y sebesar 0,78 persen.

"Kenaikan harga pada kedua subkelompok ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan dan biaya produksi," tambah Agnes.

--page

Ia menjelaskan bahwa inflasi ini memberikan andil sebesar 0,03 persen terhadap inflasi y-on-y di Kalimantan Tengah.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y dalam kelompok pakaian dan alas kaki adalah ongkos jahit, daster, dan sepatu wanita, masing-masing sebesar 0,01 persen.

"Kenaikan harga pada komoditas-komoditas ini berkontribusi signifikan terhadap inflasi di kelompok pakaian dan alas kaki," jelas Agnes.

Ia menambahkan bahwa faktor-faktor seperti biaya tenaga kerja dan bahan baku turut mempengaruhi harga komoditas tersebut.

Meski kelompok pakaian dan alas kaki memberikan andil inflasi y-on-y, kelompok ini tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi month-to-month atau m-to-m pada November 2024.

"Pada bulan November 2024, kelompok ini tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi m-to-m," kata Agnes lagi.

Hal ini menunjukkan bahwa perubahan harga pada kelompok ini relatif stabil dalam jangka pendek.
Agnes juga menyoroti pentingnya memantau perkembangan harga pada kelompok pakaian dan alas kaki untuk menjaga stabilitas ekonomi.

"Pemantauan yang cermat terhadap harga komoditas dalam kelompok ini sangat penting untuk mengantisipasi potensi inflasi yang lebih tinggi di masa mendatang," ujarnya.

Ia berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat bekerja sama dalam menjaga stabilitas harga.
Dengan adanya laporan ini, diharapkan masyarakat Kalimantan Tengah semakin memahami dinamika inflasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. (TESTI PRISCILLA/Y)