PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengumumkan bahwa Nilai Tukar Petani atau NTP Gabungan di Kalimantan Tengah selama November 2024 mencapai 131,22.

Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 2,50 persen dibandingkan dengan Oktober 2024 yang tercatat sebesar 128,02. Kenaikan ini mencerminkan peningkatan daya beli petani di wilayah tersebut.

Agnes menjelaskan bahwa kenaikan NTP ini dipengaruhi oleh peningkatan nilai tukar pada dua subsektor utama, yaitu Tanaman Perkebunan Rakyat yang naik sebesar 4,67 persen dan Perikanan yang naik sebesar 0,29 persen.

"Kenaikan ini menunjukkan bahwa petani di Kalimantan Tengah mampu meningkatkan daya tukar produk pertanian mereka dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi," kata Agnes bersama Plh Asisten Pemerintahan dan Kesra atau Pemkesra Setda Provinsi Kalteng, Maskur menyampaikan berita resmi statistik pada Senin, 2 Desember 2024.

Selain itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian atau NTUP di Kalimantan Tengah juga mengalami kenaikan signifikan. Pada November 2024, NTUP tercatat sebesar 134,31, naik 2,70 persen dibandingkan dengan Oktober 2024 yang sebesar 130,78. Kenaikan ini menunjukkan peningkatan kesejahteraan usaha rumah tangga pertanian di wilayah tersebut.

Indeks Konsumsi Rumah Tangga atau IKRT di Kalimantan Tengah juga mengalami peningkatan sebesar 0,43 persen pada November 2024. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan indeks pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 0,64 persen, kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 0,47 persen, serta kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,26 persen.

Nilai Tukar Petani atau NTP merupakan indikator penting untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP adalah perbandingan antara indeks harga yang diterima petani atau It dengan indeks harga yang dibayar petani atau Ib. Kenaikan NTP menunjukkan bahwa petani mendapatkan nilai tukar yang lebih baik untuk produk pertanian mereka.

Dengan kenaikan NTP dan NTUP, serta peningkatan IKRT, diharapkan kesejahteraan petani dan rumah tangga perdesaan di Kalimantan Tengah terus membaik.

"Kami akan terus memantau perkembangan ini dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan kesejahteraan petani terus meningkat," tutur Agnes. (TESTI PRISCILLA/H)