PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, melaporkan bahwa kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 0,80 persen pada November 2024.

"Indeks harga konsumen atau IHK untuk kelompok ini meningkat dari 102,40 pada November 2023 menjadi 103,22 pada November 2024. Seluruh subkelompok dalam kelompok ini mengalami inflasi y-on-y," ujar Agnes pada Selasa, 3 Desember 2024.

Subkelompok tekstil rumah tangga mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu sebesar 4,04 persen.
"Kenaikan harga pada subkelompok ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan dan biaya produksi," tambah Agnes.

Ia menjelaskan bahwa inflasi ini memberikan andil sebesar 0,03 persen terhadap inflasi y-on-y di Kalimantan Tengah. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y dalam kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga adalah service AC, handuk, upah asisten rumah tangga, sabun detergen bubuk, pembasmi nyamuk bakar, dan kipas angin, masing-masing sebesar 0,01 persen.

"Kenaikan harga pada komoditas-komoditas ini berkontribusi signifikan terhadap inflasi di kelompok ini," jelas Agnes.

--page

Ia menambahkan bahwa faktor-faktor seperti biaya tenaga kerja dan bahan baku turut mempengaruhi harga komoditas tersebut.

Sementara itu, komoditas yang dominan memberikan andil deflasi y-on-y adalah sabun cair/cuci piring sebesar 0,01 persen.

"Penurunan harga pada komoditas ini memberikan kontribusi terhadap deflasi dalam kelompok ini," kata Agnes.

Meski demikian, kontribusi deflasi dari komoditas ini tidak cukup besar untuk mengimbangi inflasi yang terjadi pada komoditas lainnya.

Pada November 2024, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga memberikan andil deflasi month-to-month atau m-to-m sebesar 0,01 persen.

"Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi m-to-m adalah sabun cair/cuci piring," ujar Agnes.

Hal ini menunjukkan adanya penurunan harga pada komoditas tersebut dalam jangka pendek.
Dengan adanya laporan ini, diharapkan masyarakat Kalimantan Tengah semakin memahami dinamika inflasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

"Kami berkomitmen untuk terus memberikan informasi yang akurat dan relevan mengenai perkembangan harga di Kalimantan Tengah," tutur Agnes Widiastuti. (TESTI PRISCILLA/Y)