PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 1,55 persen pada November 2024. Indeks harga konsumen atau IHK untuk kelompok ini meningkat dari 104,00 pada November 2023 menjadi 105,61 pada November 2024.

"Peningkatan ini menunjukkan adanya kenaikan harga di sektor penyediaan makanan dan minuman/restoran," ujar Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Minggu, 8 Desember 2024.

Kelompok ini terdiri dari satu subkelompok, yaitu jasa pelayanan makanan dan minuman, yang mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,55 persen.

"Kenaikan harga di subkelompok ini mencerminkan peningkatan biaya operasional dan bahan baku yang digunakan oleh penyedia jasa makanan dan minuman," tambah Agnes.

Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran pada November 2024 memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,17 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y adalah ikan bakar, bakso siap santap, dan ayam bakar masing-masing sebesar 0,02 persen.

"Kenaikan harga pada komoditas-komoditas ini cukup signifikan dan berkontribusi terhadap inflasi di sektor ini," jelas Agnes.

Selain itu, komoditas lain seperti sate, es, ayam goreng, nasi dengan lauk, soto, martabak, sop, dan kue kering berminyak masing-masing memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,01 persen.

"Meskipun kontribusinya lebih kecil, kenaikan harga pada komoditas-komoditas ini tetap berpengaruh terhadap inflasi keseluruhan di sektor penyediaan makanan dan minuman/restoran," kata Agnes.

Namun, pada November 2024, kelompok ini hanya memberikan andil inflasi month-to-month atau m-to-m sebesar 0,01 persen.

"Ini menunjukkan bahwa kenaikan harga di sektor ini lebih terasa dalam jangka waktu tahunan dibandingkan bulanan," ujar Agnes.

Ia menekankan pentingnya pemantauan harga di sektor ini untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Dengan adanya inflasi di sektor penyediaan makanan dan minuman/restoran, diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan kenaikan harga.

"Kami berharap upaya ini dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam mengakses layanan makanan dan minuman yang berkualitas," tutur Agnes Widiastuti. (TESTI PRISCILLA/H)