BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama November 2024, seluruh provinsi di Pulau Kalimantan mengalami kenaikan Nilai Tukar Petani atau NTP, termasuk Kalimantan Tengah yang menempati posisi kedua di Pulau Kalimantan.
"Kalimantan Barat mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,98 persen, diikuti oleh Kalimantan Tengah sebesar 2,50 persen, Kalimantan Timur sebesar 2,47 persen, Kalimantan Selatan sebesar 1,04 persen, dan Kalimantan Utara sebesar 0,29 persen," kata Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Senin, 16 Desember 2024.
Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan daya beli petani di seluruh provinsi di Kalimantan.
Sejalan dengan kenaikan NTP, seluruh provinsi di Pulau Kalimantan juga mengalami kenaikan Nilai Tukar Usaha Pertanian atau NTUP pada November 2024. Kalimantan Barat kembali mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4,22 persen, diikuti oleh Kalimantan Timur sebesar 2,75 persen, Kalimantan Tengah sebesar 2,70 persen, Kalimantan Selatan sebesar 1,92 persen, dan Kalimantan Utara sebesar 0,41 persen. Kenaikan NTUP ini mencerminkan peningkatan keuntungan usaha pertanian di Kalimantan.
Secara nilai, NTP dan NTUP tertinggi pada November 2024 masih menjadi milik Kalimantan Barat, dengan NTP sebesar 168,80 dan NTUP sebesar 173,38.
"Kalimantan Barat menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam sektor pertanian, dengan nilai tukar yang tinggi," ujar Agnes lagi.
--page
Hal ini menunjukkan bahwa petani di Kalimantan Barat memiliki daya beli dan keuntungan usaha yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya.
Di sisi lain, Kalimantan Selatan menjadi provinsi dengan NTP dan NTUP terendah, yaitu NTP sebesar 114,39 dan NTUP sebesar 116,17.
"Meskipun mengalami kenaikan, Kalimantan Selatan masih memiliki nilai tukar yang lebih rendah dibandingkan provinsi lainnya di Kalimantan," tambah Agnes.
Hal ini menunjukkan bahwa masih ada tantangan yang perlu diatasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Kalimantan Selatan.
Nilai tukar Kalimantan Tengah menempati urutan tertinggi ketiga se-Kalimantan, baik untuk NTP yang sebesar 131,22 maupun NTUP yang sebesar 134,31.
"Kalimantan Tengah menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam sektor pertanian, dengan nilai tukar yang cukup tinggi," jelas Agnes.
Kenaikan ini mencerminkan adanya peningkatan daya beli dan keuntungan usaha petani di Kalimantan Tengah. Dengan adanya kenaikan NTP dan NTUP di seluruh provinsi di Pulau Kalimantan, diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat terus mendukung sektor pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
"Kami berharap upaya ini dapat membantu meringankan beban petani dan meningkatkan kesejahteraan mereka," tutur Agnes Widiastuti. (TESTI PRISCILLA/Y)









