BORNEONEWS, Palangka Raya - Konsumsi Rumah Tangga Petani merupakan salah satu komponen penting yang menggambarkan nilai yang dibayar oleh petani. Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, melaporkan bahwa Indeks Konsumsi Rumah Tangga atau IKRT di Kalimantan Tengah pada November 2024 mengalami kenaikan sebesar 0,43 persen, dari 125,35 menjadi 125,89.
"Kenaikan ini mencerminkan peningkatan pengeluaran rumah tangga petani di berbagai kelompok," ujar Agnes pada Selasa, 17 Deseber 2024.
Kenaikan IKRT ini disebabkan oleh peningkatan indeks harga pengeluaran pada hampir seluruh kelompok. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 0,64 persen, sementara kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik sebesar 0,47 persen.
"Kenaikan harga pada kelompok-kelompok ini menunjukkan adanya peningkatan konsumsi dan permintaan," tambah Agnes.
Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami kenaikan sebesar 0,26 persen, diikuti oleh kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,16 persen.
"Peningkatan ini mencerminkan adanya peningkatan kebutuhan dan pengeluaran rumah tangga petani di berbagai aspek kehidupan," jelas Agnes.
Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga juga mengalami kenaikan sebesar 0,15 persen.
Kelompok kesehatan mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen, sementara kelompok transportasi naik sebesar 0,06 persen.
"Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan biaya hidup yang harus ditanggung oleh rumah tangga petani," kata Agnes.
Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen, serta kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 0,01 persen.
Secara tahun ke tahun, IKRT mengalami peningkatan sebesar 2,83 persen. Peningkatan ini utamanya didorong oleh peningkatan pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,02 persen.
"Peningkatan ini menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan dan pengeluaran rumah tangga petani dalam jangka panjang," ujar Agnes.
Kelompok pendidikan juga mengalami peningkatan sebesar 3,39 persen, diikuti oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,30 persen.
"Peningkatan ini mencerminkan adanya peningkatan investasi dalam pendidikan dan kebutuhan dasar rumah tangga petani," tambah Agnes.
Kelompok kesehatan mengalami peningkatan sebesar 2,97 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami peningkatan sebesar 2,81 persen, sementara kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 2,67 persen.
"Peningkatan ini menunjukkan adanya peningkatan konsumsi dan pengeluaran rumah tangga petani di berbagai aspek kehidupan," jelas Agnes.
Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami peningkatan sebesar 1,94 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami peningkatan sebesar 1,78 persen.
"Peningkatan ini mencerminkan adanya peningkatan kebutuhan dan pengeluaran rumah tangga petani dalam berbagai aspek kehidupan," tutup Agnes Widiastuti.
Dengan adanya kenaikan IKRT ini, diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat terus mendukung kesejahteraan rumah tangga petani di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)









