BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian atau NTUP merupakan perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima oleh Petani atau It dengan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal atau BPPBM.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa NTUP dapat mencerminkan tingkat reduksi terhadap nilai tukar sebagai dampak perubahan tingkat harga kebutuhan konsumsi rumah tangga petani produsen, termasuk peternak dan nelayan.
Pada November 2024, NTUP mengalami kenaikan sebesar 2,70 persen dibandingkan Oktober 2024, yaitu dari 130,78 menjadi 134,31.
"Kenaikan ini terjadi karena indeks yang diterima (It) mengalami kenaikan sebesar 2,89 persen, lebih besar dari indeks BPPBM yang juga mengalami kenaikan sebesar 0,19 persen," ujar Agnes pada Rabu, 18 Desember 2024.
Hal ini menunjukkan adanya peningkatan daya beli dan keuntungan usaha rumah tangga pertanian di Kalimantan Tengah.
Jika dilihat per subsektor, Tanaman Perkebunan Rakyat merupakan subsektor yang memiliki NTUP terbesar pada November 2024, yaitu sebesar 161,36.
"Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan NTUP tertinggi," tambah Agnes.
Subsektor lainnya yang juga mengalami kenaikan NTUP adalah Hortikultura sebesar 105,65, Perikanan sebesar 101,95, Peternakan sebesar 101,66, serta Tanaman Pangan sebesar 99,05.
Agnes Widiastuti menekankan pentingnya pemantauan dan pengendalian harga komoditas pertanian untuk menjaga stabilitas ekonomi petani.
"Kami terus berupaya untuk memantau dan mengendalikan harga komoditas pertanian agar petani dapat tetap sejahtera," jelasnya.
Langkah-langkah strategis akan terus dilakukan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian di Kalimantan Tengah.
Dengan adanya kenaikan NTUP, diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mendukung petani dalam menghadapi tantangan ini.
"Kami berharap upaya ini dapat membantu meringankan beban petani dan meningkatkan kesejahteraan mereka," kata Agnes.
Secara keseluruhan, kenaikan NTUP pada November 2024 menunjukkan adanya peningkatan daya beli dan keuntungan usaha rumah tangga pertanian di Kalimantan Tengah.
"Kami optimis bahwa dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, petani, dan pihak terkait, sektor pertanian di Kalimantan Tengah dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah," tutur Agnes Widiastuti. (TESTI PRISCILLA/H)









