BORNEONEWS, Palangka Raya - Komoditas utama ekspor Kalimantan Tengah selama Oktober 2024 adalah batu bara pada kelompok bahan bakar mineral, kemudian minyak kelapa sawit pada kelompok lemak dan minyak hewani/nabati, dan bijih zirconium, niobium, dan tantalum pada kelompok bijih, kerak, dan abu logam.
"Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, terjadi peningkatan nilai ekspor pada seluruh kelompok komoditas, kecuali pada kelompok bahan bakar mineral yang mengalami penurunan sebesar US$80,23 juta atau turun 28,93 persen, kelompok komoditas garam, belerang, kapur sebesar US$0,17 juta atau turun 10,97 persen, dan kelompok komoditas ampas/sisa industri makanan sebesar US$0,35 juta atau turun 22,15 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Sabtu, 21 Desember 2024.
Peningkatan terbesar terjadi pada kelompok lemak dan minyak hewani atau nabati sebesar US$30,22 juta atau naik 190,30 persen, disusul oleh kelompok bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$2,51 juta atau naik 23,88 persen.
"Peningkatan ini menunjukkan adanya permintaan yang tinggi terhadap komoditas-komoditas tersebut," kata Agnes.
Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya atau year on year, sejumlah golongan barang mengalami penurunan nilai ekspor yang cukup besar pada Oktober 2024. Penurunan nilai ekspor year on year terbesar terjadi pada kelompok lemak dan minyak hewani/nabati senilai US$17,89 juta atau turun 27,96 persen, diikuti oleh kelompok kayu dan barang dari kayu yang mengalami penurunan nilai ekspor sebesar US$14,00 juta atau turun 74,39 persen.
"Penurunan ini mencerminkan adanya fluktuasi permintaan dan harga di pasar internasional," jelas Agnes.
Sebaliknya, beberapa kelompok golongan barang mengalami peningkatan dengan peningkatan terbesar adalah kelompok karet dan barang dari karet senilai US$5,40 juta atau naik 335,40 persen.
"Peningkatan ini menunjukkan adanya potensi besar pada komoditas karet dan barang dari karet," tambah Agnes.
Hal ini memberikan harapan bagi peningkatan ekspor di masa mendatang. Dilihat secara kumulatif, nilai ekspor pada Januari-Oktober 2024 turun sebesar US$833,74 juta atau turun 20,42 persen dibandingkan nilai ekspor pada periode Januari-Oktober 2023. Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya nilai ekspor sejumlah kelompok barang. Kelompok bahan bakar mineral mendominasi penurunan ini dengan penurunan senilai US$547,71 juta atau turun 17,64 persen.
"Penurunan ini menunjukkan adanya tantangan yang harus dihadapi oleh sektor ekspor di Kalimantan Tengah," kata Agnes.
Penurunan nilai ekspor juga terlihat pada seluruh kelompok kategori, kecuali pada kelompok karet dan barang dari karet yang mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US$6,95 juta atau naik 22,20 persen.
"Kami berharap peningkatan pada kelompok karet dan barang dari karet dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah," tutur Agnes. (TESTI PRISCILLA/H)









