BORNEONEWS, Palangka Raya - Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Kalimantan Tengah tahun 2024 mencapai 74,28, meningkat 0,55 poin atau 0,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 73,73. Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa peningkatan ini menunjukkan adanya kemajuan dalam pembangunan manusia di provinsi tersebut.
Selama periode 2020–2024, IPM Kalimantan Tengah rata-rata meningkat sebesar 0,57 persen per tahun. Namun, pertumbuhan IPM pada tahun 2024 sedikit mengalami perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Meskipun ada perlambatan, peningkatan ini tetap menunjukkan kemajuan yang positif," ujar Agnes pada Senin, 23 Desember 2024.
Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada tahun 2024 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 73,73 tahun, meningkat 0,19 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya. Sumber data umur harapan hidup saat lahir menggunakan hasil Long Form SP2020 atau SP2020-LF.
"Peningkatan umur harapan hidup ini mencerminkan adanya perbaikan dalam kualitas hidup dan kesehatan masyarakat," tambah Agnes.
--page
Pada dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah atau HLS penduduk Kalimantan Tengah umur 7 tahun meningkat 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya, dari 12,76 menjadi 12,77 tahun. Sedangkan rata-rata lama sekolah atau RLS penduduk Kalimantan Tengah umur 25 tahun ke atas meningkat 0,08 tahun, dari 8,73 tahun menjadi 8,81 tahun pada tahun 2024. Sumber data HLS dan RLS menggunakan hasil Susenas Maret.
"Peningkatan ini menunjukkan adanya kemajuan dalam akses dan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah," jelas Agnes.
Dimensi standar hidup layak yang diukur berdasarkan rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun (yang disesuaikan) meningkat 425 ribu rupiah atau 3,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sumber data pengeluaran riil per kapita per tahun menggunakan hasil Susenas Maret.
"Peningkatan pengeluaran riil per kapita mencerminkan adanya peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat," kata Agnes.
Agnes Widiastuti menekankan bahwa peningkatan IPM ini didukung oleh semua dimensi penyusunnya, terutama standar hidup layak dan pengetahuan. Namun, dua indikator menunjukkan perlambatan pertumbuhan.
"Pengeluaran riil per kapita per tahun meningkat sebesar 3,58 persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya yang mencapai 3,67 persen," ujarnya. Pertumbuhan umur harapan hidup saat lahir juga melambat dari 0,27 persen pada tahun sebelumnya menjadi 0,26 persen pada tahun ini.
Secara keseluruhan, pencapaian pembangunan manusia di Kalimantan Tengah menunjukkan kemajuan yang positif meskipun ada beberapa tantangan yang harus dihadapi.
Dengan adanya peningkatan IPM ini, diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat terus mendukung upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kalimantan Tengah.
"Kami berharap upaya ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mereka," pungkas Agnes. (TESTI PRISCILLA/Y)









