PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pembangunan manusia di Kalimantan Tengah terus mengalami kemajuan yang signifikan. Selama periode 2020–2024, Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Kalimantan Tengah rata-rata meningkat sebesar 0,57 persen per tahun. Pada tahun 2020, IPM Kalimantan Tengah tercatat sebesar 72,62 dan meningkat menjadi 74,28 pada tahun 2024.

"Peningkatan ini menunjukkan adanya kemajuan yang positif dalam pembangunan manusia di Kalimantan Tengah," ujar

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Senin, 23 Desember 2024. Agnes menjelaskan bahwa peningkatan IPM ini mencerminkan adanya perbaikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk kesehatan, pendidikan, dan standar hidup.

"Kami melihat adanya peningkatan yang konsisten dalam berbagai dimensi pembangunan manusia," tambahnya.

Hal ini menunjukkan bahwa upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan pihak terkait telah memberikan hasil yang positif.

Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada tahun 2024 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 73,73 tahun, meningkat 0,19 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya.

--page

"Peningkatan umur harapan hidup ini mencerminkan adanya perbaikan dalam kualitas hidup dan kesehatan masyarakat," jelas Agnes.

Sumber data umur harapan hidup saat lahir menggunakan hasil Long Form SP2020 atau SP2020-LF.
Pada dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah atau HLS penduduk Kalimantan Tengah umur 7 tahun meningkat 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya, dari 12,76 menjadi 12,77 tahun. Sedangkan rata-rata lama sekolah atau RLS penduduk Kalimantan Tengah umur 25 tahun ke atas meningkat 0,08 tahun, dari 8,73 tahun menjadi 8,81 tahun pada tahun 2024.

"Peningkatan ini menunjukkan adanya kemajuan dalam akses dan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah," kata Agnes.
Sumber data HLS dan RLS menggunakan hasil Susenas Maret. Dimensi standar hidup layak yang diukur berdasarkan rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun (yang disesuaikan) meningkat 425 ribu rupiah atau 3,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Peningkatan pengeluaran riil per kapita mencerminkan adanya peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat," tambah Agnes.

Sumber data pengeluaran riil per kapita per tahun menggunakan hasil Susenas Maret. Dengan adanya peningkatan IPM ini, diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat terus mendukung upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kalimantan Tengah.

"Kami optimis bahwa dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait, pembangunan manusia di Kalimantan Tengah akan terus meningkat," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)