PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Neraca perdagangan internasional Kalimantan Tengah pada Oktober 2024 tetap menunjukkan nilai yang positif atau surplus. Namun, nilai surplus perdagangan luar negeri pada Oktober 2024 mengalami penurunan sebesar 13,47 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari US$310,79 juta menjadi US$268,94 juta.

"Penurunan ini mencerminkan adanya tantangan dalam sektor perdagangan luar negeri di Kalimantan Tengah," ujar Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Jumat, 27 Desember 2024.

Apabila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, nilai surplus perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah pada Oktober 2024 juga mengalami penurunan sebesar 19,78 persen, dari US$335,27 juta menjadi US$268,94 juta.

"Penurunan ini menunjukkan adanya fluktuasi dalam aktivitas perdagangan internasional," tambah Agnes.

Hal ini menunjukkan bahwa sektor perdagangan luar negeri menghadapi berbagai tantangan yang perlu diatasi.
Dilihat secara kumulatif, juga terjadi penurunan nilai surplus perdagangan Kalimantan Tengah sebesar 20,47 persen, yaitu dari US$4.021,88 juta pada Januari-Oktober 2023 menjadi US$3.198,57 juta pada Januari-Oktober 2024.

"Penurunan ini mencerminkan adanya perubahan dalam permintaan dan harga komoditas ekspor dan impor," jelas Agnes.

--page

Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya upaya untuk meningkatkan daya saing dan kualitas produk ekspor dari Kalimantan Tengah. Agnes Widiastuti menekankan pentingnya diversifikasi produk ekspor untuk mengurangi ketergantungan pada beberapa komoditas utama.

Dengan adanya penurunan nilai surplus perdagangan ini, diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan daya saing komoditas ekspor Kalimantan Tengah di pasar internasional. (TESTI PRISCILLA/Y)