BORNEONEWS, Palangka Raya - Secara year on year, nilai layanan ekspor melalui provinsi lain pada Oktober 2024 mengalami penurunan sebesar 11,10 persen dibandingkan Oktober 2023, dari US$242,34 juta menjadi US$215,43 juta.
"Penurunan ini mencerminkan adanya tantangan dalam sektor ekspor di Kalimantan Tengah," ujar Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Jumat, 27 Desember 2024.
Meski demikian, layanan ekspor melalui provinsi lain secara year to year mengalami kenaikan di hampir semua pelabuhan kecuali Pelabuhan Tanjung Priok di DKI Jakarta dan pelabuhan lainnya.
Layanan ekspor melalui provinsi lain yang mengalami peningkatan tertinggi secara year on year terjadi di Pelabuhan Kotabaru, Kalimantan Selatan, yang mengalami peningkatan sebesar US$17,19 juta atau naik sebesar 87,21 persen.
"Peningkatan ini menunjukkan adanya potensi besar di Pelabuhan Kotabaru untuk mendukung aktivitas ekspor," tambah Agnes.
Hal ini memberikan harapan bagi peningkatan nilai ekspor di masa mendatang. Secara kumulatif, bila dibandingkan dengan periode Januari-Oktober 2023, terjadi penurunan layanan ekspor yang melalui pelabuhan di wilayah Kalimantan Tengah sebesar US$234,56 juta atau turun 30,01 persen. Penurunan ini utamanya diakibatkan oleh menurunnya aktivitas ekspor di Pelabuhan Kumai senilai US$152,77 juta atau turun 24,26 persen.
--page
"Penurunan ini mencerminkan adanya tantangan yang harus dihadapi oleh sektor ekspor di Kalimantan Tengah," jelas Agnes.
Kondisi yang sama juga terjadi untuk layanan ekspor melalui provinsi lain yang mengalami penurunan sebesar US$598,77 juta atau turun 18,13 persen. Penurunan ini utamanya disumbang oleh penurunan layanan ekspor melalui Pelabuhan Banjarmasin yang turun senilai US$538,49 juta atau turun 20,90 persen.
"Penurunan ini menunjukkan adanya fluktuasi permintaan dan harga di pasar internasional," kata Agnes.
Agnes Widiastuti menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur dan layanan di pelabuhan-pelabuhan utama untuk mendukung aktivitas ekspor.
"Kami terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur di pelabuhan-pelabuhan utama," tambahnya.
Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan nilai ekspor di masa mendatang.
Dengan adanya penurunan nilai layanan ekspor ini, diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan daya saing komoditas ekspor Kalimantan Tengah di pasar internasional. (TESTI PRISCILLA/Y)









