BORNEONEWS, Palangka Raya - Volume arus barang yang menggunakan angkutan udara mengalami peningkatan sebesar 3,20 persen. Peningkatan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pengiriman barang melalui jalur udara. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti peningkatan permintaan barang, efisiensi pengiriman, atau peningkatan kapasitas angkutan udara.
"Peningkatan volume arus barang ini terutama terjadi pada volume barang bukan bagasi," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Sabtu, 28 Desember 2024.
Barang bukan bagasi mencakup berbagai jenis barang yang dikirim melalui angkutan udara, seperti paket, dokumen, dan barang dagangan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa semakin banyak barang yang dikirim melalui jalur udara, yang mungkin disebabkan oleh peningkatan aktivitas perdagangan atau kebutuhan pengiriman yang lebih cepat.
"Volume barang bukan bagasi yang dimuat mengalami peningkatan sebesar 6,91 persen. Peningkatan ini menunjukkan bahwa semakin banyak barang yang dikirim melalui angkutan udara," katanya.
Hal ini bisa disebabkan oleh peningkatan permintaan barang dari berbagai daerah atau negara, serta peningkatan kapasitas angkutan udara untuk mengangkut barang.
--page
Selain itu, volume barang bukan bagasi yang dibongkar juga mengalami peningkatan sebesar 6,32 persen. Peningkatan ini menunjukkan bahwa semakin banyak barang yang diterima melalui angkutan udara. Hal ini bisa disebabkan oleh peningkatan aktivitas perdagangan internasional atau peningkatan kebutuhan barang di dalam negeri.
"Peningkatan volume arus barang melalui angkutan udara ini menunjukkan bahwa jalur udara semakin menjadi pilihan utama untuk pengiriman barang," beber Agnes lagi.
Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kecepatan pengiriman, keamanan, dan efisiensi. Dengan peningkatan ini, diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan perdagangan.
Secara keseluruhan, peningkatan volume arus barang melalui angkutan udara menunjukkan adanya peningkatan aktivitas perdagangan dan pengiriman barang. Hal ini bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian, seperti peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan efisiensi pengiriman barang.
"Dengan demikian, diharapkan peningkatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi berbagai pihak," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/Y)









