PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada] November 2024, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalimantan Tengah telah berkoordinasi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD Provinsi Kalimantan Tengah untuk membahas realisasi program kerja serta evaluasi program kerja tahun 2024.

Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Kalimantan Tengah.

"Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah pelaksanaan monitoring capaian program kerja melalui coaching clinic triwulan III. Acara ini dilaksanakan di Hotel Swiss Bell Hotel Danum Palangka Raya dan dihadiri oleh anggota TPAKD dari masing-masing Kabupaten/Kota," kata Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz pada Senin, 30 Desember 2024.

Kehadiran anggota TPAKD dilakukan baik secara offline maupun secara hybrid, sehingga memungkinkan partisipasi yang lebih luas dan efektif.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas arahan strategis untuk program tematik TPAKD tahun 2025.

"Salah satu fokus utama adalah akselerasi pemanfaatan produk dan layanan industri keuangan pasar modal. Diharapkan, masing-masing TPAKD dapat berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah untuk meningkatkan akses dan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan pasar modal," jelas Primandanu lagi.

Pelaksanaan coaching clinic triwulan III ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi capaian program kerja yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2024. Melalui evaluasi ini, diharapkan dapat diidentifikasi berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi, serta solusi yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan efektivitas program kerja di masa mendatang.

"Arahan strategis untuk program tematik TPAKD tahun 2025 juga menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Kalimantan Tengah. Dengan adanya kolaborasi antara TPAKD dan Bursa Efek Indonesia, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan memanfaatkan produk dan layanan keuangan pasar modal, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka," tuturnya lagi.

Secara keseluruhan, pertemuan antara OJK Kalimantan Tengah dan TPAKD Provinsi Kalimantan Tengah pada bulan November 2024 merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan akses keuangan dan literasi keuangan di daerah tersebut. Dengan evaluasi program kerja tahun 2024 dan arahan strategis untuk tahun 2025, diharapkan dapat tercipta program-program yang lebih efektif dan bermanfaat bagi masyarakat Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)