PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada bulan Desember 2024, beberapa peristiwa signifikan mempengaruhi angka inflasi di Kalimantan Tengah.

Salah satu faktor utama adalah kenaikan harga bawang merah yang telah berlangsung selama empat bulan berturut-turut sejak September 2024.

"Penyebab utama kenaikan harga ini adalah berkurangnya pasokan dari wilayah sentra produksi, yang mengakibatkan lonjakan harga di pasaran" kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Kamis, 2 Januari 2025.

Selain itu, kata Agnes, beberapa komoditas hortikultura juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Curah hujan yang tinggi selama bulan Desember menyebabkan gangguan pada produksi dan distribusi komoditas hortikultura, sehingga pasokan menurun dan harga meningkat.

"Hal ini berdampak langsung pada inflasi di Kalimantan Tengah, mengingat hortikultura merupakan salah satu komponen penting dalam konsumsi masyarakat," katanya.

Kenaikan harga juga terjadi pada beberapa jenis ikan air tawar. Curah hujan yang tinggi menyebabkan berkurangnya pasokan ikan air tawar, karena kondisi cuaca yang tidak mendukung aktivitas penangkapan ikan.

"Akibatnya, harga ikan air tawar meningkat, yang turut menyumbang pada angka inflasi di wilayah ini," terangnya.

Di sisi lain, tarif tiket pesawat domestik mengalami penurunan selama bulan Desember 2024. Penurunan ini disebabkan oleh kebijakan diskon tarif tiket pesawat yang diterapkan oleh pemerintah. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata serta ekonomi lokal.

"Meskipun penurunan tarif tiket pesawat memberikan dampak positif pada sektor transportasi dan pariwisata, kenaikan harga komoditas pangan seperti bawang merah, hortikultura, dan ikan air tawar tetap menjadi faktor dominan yang mempengaruhi inflasi di Kalimantan Tengah," terangnya lagi.

Kombinasi dari berbagai faktor ini mencerminkan dinamika ekonomi yang kompleks di wilayah Kalteng. Secara keseluruhan, peristiwa-peristiwa ini menunjukkan bagaimana kondisi cuaca dan kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi harga komoditas dan tarif transportasi, yang pada akhirnya berdampak pada angka inflasi.

"Pemantauan dan penanganan yang tepat terhadap faktor-faktor ini sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Tengah," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)