PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Desember 2024, kelompok pakaian dan alas kaki di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 0,42 persen. Hal ini menunjukkan adanya kenaikan indeks dari 102,31 pada Desember 2023 menjadi 102,74 pada Desember 2024. Inflasi ini mencerminkan adanya peningkatan harga pada kelompok ini selama satu tahun terakhir.

"Seluruh subkelompok dalam kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi y-on-y. Subkelompok pakaian mencatat inflasi sebesar 0,51 persen, sementara subkelompok alas kaki mengalami inflasi sebesar 0,11 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng pada Jumat, 3 Januari 2025.

Kenaikan harga pada kedua subkelompok ini berkontribusi terhadap inflasi keseluruhan pada kelompok pakaian dan alas kaki.
Pada Desember 2024, kelompok pakaian dan alas kaki memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,02 persen. Ini berarti bahwa kenaikan harga pada kelompok ini memberikan kontribusi kecil terhadap inflasi keseluruhan di Provinsi Kalimantan Tengah. Meski kontribusinya kecil, tetap penting untuk memantau pergerakan harga pada kelompok ini.

"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada kelompok pakaian dan alas kaki adalah daster dan ongkos jahit. Kedua komoditas ini masing-masing memberikan andil sebesar 0,01 persen terhadap inflasi y-on-y," katanya.

Kenaikan harga pada daster dan ongkos jahit menunjukkan adanya peningkatan permintaan atau biaya produksi yang mempengaruhi harga akhir.

--page

Sementara itu, pada Desember 2024, kelompok pakaian dan alas kaki tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi month-to-month (m-to-m). Ini berarti bahwa perubahan harga pada kelompok ini selama satu bulan terakhir tidak cukup besar untuk mempengaruhi inflasi bulanan secara signifikan. Stabilitas harga pada kelompok ini dapat memberikan dampak positif terhadap daya beli masyarakat.

"Secara keseluruhan, meskipun kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi y-on-y, kontribusinya terhadap inflasi keseluruhan di Provinsi Kalimantan Tengah relatif kecil," tuturnya.

Penting untuk terus memantau pergerakan harga pada kelompok ini guna memastikan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (TESTI PRISCILLA/Y)