BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Desember 2024, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami deflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 0,16 persen.
"Ini berarti terjadi penurunan indeks dari 101,22 pada Desember 2023 menjadi 101,06 pada Desember 2024. Penurunan ini menunjukkan adanya pengurangan biaya dalam kelompok ini selama setahun terakhir," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Jumat, 3 Januari 2025.
Subkelompok yang mengalami deflasi y-on-y tertinggi adalah listrik dan bahan bakar rumah tangga, dengan penurunan sebesar 1,00 persen. Ini menunjukkan bahwa biaya listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami penurunan yang signifikan selama periode tersebut. Sebaliknya, subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi adalah sewa dan kontrak rumah, dengan kenaikan sebesar 0,65 persen.
"Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga pada Desember 2024 memberikan andil deflasi y-on-y sebesar 0,02 persen. Ini berarti bahwa kelompok ini berkontribusi terhadap penurunan inflasi secara keseluruhan di Provinsi Kalimantan Tengah," katanya.
Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi y-on-y adalah bahan bakar rumah tangga sebesar 0,05 persen dan semen sebesar 0,01 persen.
Di sisi lain, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y adalah sewa rumah sebesar 0,03 persen dan tarif air minum PAM sebesar 0,01 persen. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan biaya dalam beberapa komoditas, ada juga peningkatan biaya dalam komoditas lainnya yang mempengaruhi inflasi secara keseluruhan.
"Pada Desember 2024, kelompok ini tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi month-to-month atau m-to-m. Ini berarti bahwa perubahan biaya dalam kelompok ini tidak memiliki dampak besar terhadap inflasi bulanan di Provinsi Kalimantan Tengah," jelasnya.
Secara keseluruhan, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menunjukkan tren deflasi selama tahun 2024, dengan beberapa komoditas mengalami penurunan biaya yang signifikan. Namun, ada juga komoditas yang mengalami kenaikan biaya, yang mempengaruhi inflasi secara keseluruhan di Provinsi Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)









