PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Desember 2024, Provinsi Kalimantan Tengah mencatat tingkat inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 1,03 persen. Angka ini menunjukkan kenaikan harga yang signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Inflasi year-to-date atau y-to-d juga tercatat sebesar 1,03 persen, mencerminkan tren kenaikan harga yang konsisten sepanjang tahun 2024.

"Selain itu, inflasi month-to-month atau m-to-m pada Desember 2024 tercatat sebesar 0,48 persen. Ini menunjukkan adanya kenaikan harga yang terjadi dalam satu bulan terakhir. Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan harga komoditas dan biaya produksi," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Senin, 6 Januari 2025.

Inflasi tertinggi di Provinsi Kalimantan Tengah terjadi di Kabupaten Sukamara dengan tingkat inflasi sebesar 1,19 persen. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kota Palangka Raya dengan tingkat inflasi sebesar 0,88 persen. Perbedaan ini menunjukkan variasi dalam dinamika harga di berbagai wilayah di provinsi tersebut.

"Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga terbesar adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,71 persen. Kelompok ini memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi keseluruhan di Provinsi Kalimantan Tengah. Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat inflasi yang cukup tinggi sebesar 5,17 persen," jelasnya.

Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran mengalami penurunan harga. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat deflasi sebesar 0,16 persen. Kelompok transportasi juga mengalami deflasi sebesar 1,96 persen, yang dipengaruhi oleh penurunan harga bahan bakar dan tarif angkutan udara.

Secara keseluruhan, tingkat inflasi di Provinsi Kalimantan Tengah pada Desember 2024 mencerminkan dinamika harga yang kompleks dengan variasi yang signifikan di berbagai kelompok pengeluaran dan wilayah. Pemerintah dan pihak terkait perlu terus memantau dan mengelola faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi untuk menjaga stabilitas ekonomi di provinsi tersebut. (TESTI PRISCILLA/H)