PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Desember 2024, Indeks Harga yang Diterima Petani atau It mengalami kenaikan sebesar 1,94 persen dibandingkan dengan November 2024, yaitu dari 164,06 menjadi 167,24. Kenaikan ini mencerminkan peningkatan harga yang diterima oleh petani untuk hasil produksi mereka. Menurut Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, kenaikan It ini merupakan indikasi positif bagi kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

"Kenaikan It pada Desember 2024 disebabkan oleh peningkatan pada seluruh subsektor pertanian. Subsektor Tanaman Pangan mengalami kenaikan sebesar 1,87 persen, yang menunjukkan adanya peningkatan harga untuk produk-produk seperti padi dan palawija," kata Agnes pada Rabu, 8 Januari 2025.

Hal ini menurutnya memberikan dampak positif bagi petani tanaman pangan yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi perdesaan.

Sub-sektor Hortikultura mencatat kenaikan tertinggi dengan 3,51 persen. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan harga sayur-sayuran dan buah-buahan. Produk hortikultura seperti cabai, tomat, dan buah-buahan tropis lainnya mengalami peningkatan permintaan, yang berdampak pada kenaikan harga yang diterima oleh petani.

"Tanaman Perkebunan Rakyat juga mengalami kenaikan It sebesar 1,98 persen. Kenaikan ini mencerminkan peningkatan harga komoditas perkebunan seperti karet dan kelapa sawit," katanya.

--page

Menurut Agnes Widiastuti, kenaikan harga ini disebabkan oleh faktor-faktor eksternal seperti cuaca dan permintaan pasar global yang tinggi.

Subsektor Peternakan mencatat kenaikan It sebesar 1,26 persen. Peningkatan ini mencerminkan kenaikan harga untuk produk-produk peternakan seperti daging sapi, ayam, dan telur. Kenaikan harga ini memberikan keuntungan tambahan bagi peternak di Kalimantan Tengah, yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan mereka.

"Terakhir, subsektor Perikanan mengalami kenaikan It sebesar 0,94 persen. Peningkatan ini mencerminkan kenaikan harga untuk hasil tangkapan ikan dan produk perikanan lainnya," tuturnya.

Menurut Agnes Widiastuti, kenaikan harga ini memberikan dampak positif bagi nelayan dan pembudidaya ikan di wilayah tersebut, yang turut berkontribusi pada peningkatan ekonomi perdesaan. (TESTI PRISCILLA/Y)