BORNEONEWS, Palangka Raya - Melalui Indeks Harga yang Dibayar atau Ib dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan.
"Ib juga mencerminkan fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian. Pada Desember 2024, Ib mengalami kenaikan sebesar 0,58 persen dibandingkan dengan November 2024, yaitu dari 125,03 menjadi 125,76," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Rabu, 8 Januari 2025.
Kenaikan Ib pada Desember 2024 disebabkan oleh kenaikan nilai Ib pada seluruh subsektor. Subsektor Tanaman Pangan mengalami kenaikan sebesar 0,63 persen, sementara subsektor Hortikultura naik sebesar 0,55 persen. Tanaman Perkebunan Rakyat juga mengalami kenaikan sebesar 0,53 persen, dan subsektor Peternakan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 0,80 persen. Subsektor Perikanan mengalami kenaikan sebesar 0,48 persen.
"Kenaikan Ib ini mencerminkan peningkatan biaya yang harus dikeluarkan oleh petani untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan produksi mereka. Kenaikan ini menunjukkan adanya tekanan inflasi pada sektor pertanian, yang dapat mempengaruhi daya beli petani di perdesaan," ujarnya.
Lebih lanjut, Agnes menambahkan bahwa fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar dan faktor-faktor eksternal lainnya.
"Kenaikan harga pada subsektor Tanaman Pangan, Hortikultura, Tanaman Perkebunan Rakyat, Peternakan, dan Perikanan menunjukkan adanya dinamika pasar yang kompleks," jelasnya.
--page
Menurut Agnes, penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk memantau perkembangan Ib secara berkala.
"Pemantauan yang cermat terhadap fluktuasi harga ini dapat membantu dalam merumuskan kebijakan yang tepat untuk mendukung kesejahteraan petani dan masyarakat perdesaan," kata Agnes.
Agnes juga menekankan perlunya upaya untuk meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi hasil pertanian.
"Dengan meningkatkan efisiensi, kita dapat mengurangi biaya produksi dan menjaga stabilitas harga, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat perdesaan secara keseluruhan," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









