PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama Desember 2024, seluruh provinsi di Pulau Kalimantan mengalami kenaikan Nilai Tukar Petani atau NTP. Kenaikan ini tercatat di Kalimantan Barat sebesar 2,36 persen, Kalimantan Timur 1,93 persen, Kalimantan Tengah 1,35 persen, Kalimantan Selatan 0,92 persen, dan Kalimantan Utara 0,36 persen. Kenaikan NTP ini menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan petani di seluruh provinsi di Kalimantan.

"Sejalan dengan kenaikan NTP, seluruh provinsi di Pulau Kalimantan juga mengalami kenaikan Nilai Tukar Usaha Pertanian atau NTUP pada Desember 2024. Kalimantan Barat mencatat kenaikan NTUP sebesar 2,61 persen, Kalimantan Timur 2,36 persen, Kalimantan Tengah 1,76 persen, Kalimantan Selatan 1,33 persen, dan Kalimantan Utara 0,67 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Selasa, 14 Januari 2025.

Kenaikan NTUP ini mengindikasikan peningkatan efisiensi usaha pertanian di seluruh provinsi di Kalimantan. Secara nilai, NTP tertinggi pada Desember 2024 masih menjadi milik Kalimantan Barat dengan nilai sebesar 172,79.

"Sementara itu, Kalimantan Utara menjadi provinsi dengan NTP terendah, yaitu 114,82. Hal ini menunjukkan bahwa Kalimantan Barat memiliki tingkat kesejahteraan petani yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya di Kalimantan," tutur Agnes lagi.

Di sisi lain, NTUP tertinggi pada Desember 2024 juga masih dipegang oleh Kalimantan Barat dengan nilai sebesar 177,90. Kalimantan Selatan menjadi provinsi dengan NTUP terendah, yaitu 117,72. Ini menunjukkan bahwa usaha pertanian di Kalimantan Barat lebih efisien dibandingkan dengan provinsi lainnya di Kalimantan.

"Nilai tukar Kalimantan Tengah menempati urutan tertinggi ketiga se-Kalimantan, baik untuk NTP maupun NTUP. NTP Kalimantan Tengah tercatat sebesar 132,99, sedangkan NTUP sebesar 136,68. Hal ini menunjukkan bahwa Kalimantan Tengah memiliki tingkat kesejahteraan petani dan efisiensi usaha pertanian yang cukup baik," terang Agnes.

Secara keseluruhan, kenaikan NTP dan NTUP di seluruh provinsi di Pulau Kalimantan pada Desember 2024 menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan petani dan efisiensi usaha pertanian di wilayah tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan. (TESTI PRISCILLA/H)