BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mengupayakan percepatan pembebasan lahan untuk relokasi gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) di Bandara Haji Asan Sampit.
Upaya ini dilakukan guna mendukung pengembangan bandara agar mampu menampung pesawat berukuran besar.
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim Rody Kamislam menjelaskan, sosialisasi kepada para pemilik lahan telah dilakukan pada Selasa, 14 Januari 2025, di aula kantor Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang. Acara ini dihadiri oleh pemilik lahan, instansi terkait, ATR/BPN, dan manajemen Bandara Haji Asan Sampit.
“Kami melakukan sosialisasi terhadap pemilik lahan terkait rencana pemindahan gedung PKP-PK dari lokasi lama. Ini bertujuan meningkatkan infrastruktur bandara agar mampu melayani manuver pesawat besar, seperti Airbus 320,” ujar Rody.
Saat ini, Bandara H Asan Sampit hanya melayani pesawat jenis ATR72 dan Boeing 737-500. Agar mampu didarati pesawat berbadan besar A320, keamanan bandara harus ditingkatkan karena posisi gedung PKP-PK sekarang berisiko terkena sayap pesawat.
Berdasarkan kajian, diperlukan lahan seluas 1,7 hektare untuk pembangunan gedung PKP-PK yang baru. Lokasinya berada di samping Kantor BMKG Kotim atau di sebelah kiri Bandara Haji Asan Sampit. Namun, lahan tersebut saat ini masih dimiliki warga. Sehingga Pemkab Kotim berupaya menuntaskan pembebasan lahan tersebut tahun ini juga.
Rody menjelaskan, sosialisasi kepada pemilik lahan dilakukan untuk memastikan dukungan mereka terhadap program pengembangan bandara. “Kami juga melakukan verifikasi dokumen kepemilikan lahan. Selanjutnya, Tim Appraisal akan menentukan harga lahan yang ideal,” katanya.
Lurah Baamang Hulu Rudi Setiawan mengatakan, pihaknya telah menghubungi pemilik lahan yang terdiri dari delapan orang dengan total 13 kavling tanah.
“Semua pemilik lahan pada dasarnya siap menyerahkan atau menjual tanahnya kepada pemerintah daerah. Kami membantu menjembatani proses ini agar berjalan lancar,” ujar Rudi.
Rudi berharap kesepakatan antara pemerintah daerah dan pemilik lahan dapat tercapai tanpa kendala untuk mendukung pengembangan Bandara Haji Asan Sampit demi kemajuan transportasi udara di Kotim. (DEWI PATMALASARI/H)









