BORNEONEWS, Palangka Raya - Tingkat penghunian kamar atau TPK hotel berbintang di Kalimantan Tengah selama November 2024 mencapai 60,93 persen, mengalami kenaikan sebesar 0,26 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 60,67 persen.
"Berdasarkan klasifikasi, TPK hotel bintang satu, dua, dan lima mengalami peningkatan masing-masing sebesar 3,28 poin, 1,15 poin, dan 4,90 poin. Sebaliknya, TPK hotel bintang tiga dan empat mengalami penurunan masing-masing sebesar 2,11 poin dan 1,15 poin," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Rabu, 15 Januari 2025.
Selain itu, TPK hotel non bintang pada November 2024 juga mengalami peningkatan sebesar 0,43 poin dibandingkan bulan sebelumnya, dari 24,34 persen menjadi 24,77 persen. Peningkatan ini terjadi pada kelompok hotel non bintang dengan 10-24 kamar dan 25-40 kamar, masing-masing sebesar 0,04 poin dan 2,25 poin. Namun, kelompok hotel non bintang dengan <10 kamar dan >40 kamar mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,77 poin dan 0,88 poin.
"Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, TPK hotel berbintang pada November 2024 mengalami peningkatan sebesar 5,35 poin. Peningkatan ini tercatat pada semua kelas hotel berbintang, kecuali hotel bintang dua. TPK hotel bintang satu naik sebesar 1,64 poin, bintang tiga naik 9,50 poin, bintang empat naik 7,70 poin, dan bintang lima naik 14,11 poin," jelas Agnes.
Sementara itu, TPK hotel bintang dua mengalami penurunan sebesar 2,92 poin. Demikian juga, TPK hotel non bintang pada November 2024 mengalami peningkatan sebesar 0,64 poin dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini tercatat pada seluruh kelompok kamar hotel non bintang, kecuali kelompok kamar >40 kamar.
--page
"TPK hotel non bintang dengan kelompok kamar <10 kamar naik sebesar 0,72 poin, kelompok 10-24 kamar naik 3,41 poin, dan kelompok 25-40 kamar naik 0,49 poin. Namun, kelompok kamar >40 kamar mengalami penurunan sebesar 4,95 poin," jelasnya.
Secara keseluruhan, peningkatan TPK hotel berbintang dan non bintang di Kalimantan Tengah menunjukkan adanya peningkatan minat dan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut. Hal ini dapat menjadi indikator positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal di Kalimantan Tengah.
Dengan adanya peningkatan TPK ini, diharapkan industri perhotelan di Kalimantan Tengah dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian daerah. Pemerintah dan pelaku industri diharapkan dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan untuk menarik lebih banyak wisatawan di masa mendatang. (TESTI PRISCILLA/Y)









