BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejak September 2018 hingga September 2020, angka Gini Ratio di Kalimantan Tengah terus mengalami penurunan. Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam pemerataan pengeluaran penduduk di wilayah tersebut. Namun, pada masa pandemi Covid-19, angka Gini Ratio mengalami kenaikan pada Maret 2021, mencerminkan dampak ekonomi yang signifikan dari pandemi terhadap ketimpangan pengeluaran.
"Setelah tahun 2020, angka Gini Ratio di Kalimantan Tengah mengalami fluktuasi. Pada Maret 2023, Gini Ratio mencapai 0,317, yang merupakan angka tertinggi sejak September 2020," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Rabu, 15 Januari 2025.
Fluktuasi ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya untuk memperbaiki pemerataan pengeluaran, tantangan ekonomi dan sosial masih mempengaruhi ketimpangan di wilayah tersebut.
"Pada Maret 2024, angka Gini Ratio menurun sebesar 0,016 poin, menunjukkan adanya perbaikan dalam pemerataan pengeluaran penduduk. Namun, pada September 2024, angka Gini Ratio kembali meningkat menjadi 0,304," katanya.
Meski demikian, angka ini masih lebih rendah dibandingkan dengan puncaknya pada Maret 2023, menunjukkan adanya perbaikan relatif dalam pemerataan pengeluaran.
--page
Jika dilihat berdasarkan daerah, Gini Ratio di daerah perkotaan pada September 2024 adalah sebesar 0,322. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 0,011 poin dibandingkan dengan Maret 2024 yang sebesar 0,311. Peningkatan ini menunjukkan bahwa ketimpangan pengeluaran di daerah perkotaan masih menjadi tantangan yang perlu diatasi.
"Sementara itu, Gini Ratio di daerah perdesaan pada September 2024 tercatat sebesar 0,282. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,006 poin dibandingkan dengan kondisi pada Maret 2024. Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam pemerataan pengeluaran di daerah perdesaan, meskipun tantangan ekonomi tetap ada," jelas Agnes.
Secara keseluruhan, perkembangan Gini Ratio di Kalimantan Tengah dari Maret 2018 hingga September 2024 menunjukkan adanya dinamika yang kompleks dalam pemerataan pengeluaran penduduk. Meskipun ada periode perbaikan, tantangan ekonomi dan sosial, termasuk dampak pandemi Covid-19, terus mempengaruhi ketimpangan pengeluaran di wilayah Kalteng. (TESTI PRISCILLA/Y)









