BORNEONEWS, Palangka Raya - Selain gini ratio, ukuran ketimpangan lain yang sering digunakan adalah persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah atau yang dikenal dengan ukuran Bank Dunia. Ukuran ini memberikan gambaran tentang seberapa besar bagian pengeluaran yang dinikmati oleh kelompok penduduk dengan pengeluaran terendah.
"Pada September 2024, persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah tercatat sebesar 21,88 persen. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,03 persen poin dibandingkan dengan kondisi pada Maret 2024 yang sebesar 21,91 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Rabu, 15 Januari 2025.
Kali ini, Kepala BPS Kalteng menyampaikan berita resmi statistik didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan atau Ekbang Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Sri Widanarni di kantor BPS Kalteng.
"Penurunan ini mengindikasikan adanya sedikit peningkatan ketimpangan dalam periode tersebut," tutur Agnes lagi.
Jika dilihat berdasarkan daerah, lanjut Agnes, terdapat perbedaan yang mencolok antara daerah perkotaan dan perdesaan. Pada September 2024, persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah di daerah perkotaan adalah sebesar 20,58 persen. Angka ini menurun sebesar 0,17 persen poin dibandingkan dengan Maret 2024 yang sebesar 20,75 persen.
--page
"Sebaliknya, di daerah perdesaan, persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah justru mengalami peningkatan. Pada September 2024, angka ini tercatat sebesar 23,12 persen, meningkat sebesar 0,24 persen poin dibandingkan dengan kondisi pada Maret 2024," jelasnya.
Peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan distribusi pengeluaran di daerah perdesaan. Perkembangan ini menunjukkan adanya dinamika yang berbeda antara daerah perkotaan dan perdesaan dalam hal distribusi pengeluaran. Penurunan persentase pengeluaran di daerah perkotaan dan peningkatan di daerah perdesaan mencerminkan perbedaan kondisi ekonomi dan sosial di kedua daerah tersebut.
"Secara keseluruhan, meskipun terdapat penurunan persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah secara nasional, peningkatan di daerah perdesaan memberikan harapan akan adanya perbaikan distribusi pengeluaran di masa mendatang," ujarnya.
Namun, tetap diperlukan upaya lebih lanjut untuk mengurangi ketimpangan di daerah perkotaan.(TESTI PRISCILLA/Y)









