PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti menyampaikan bahwa Indeks Kedalaman Kemiskinan atau P1 dan Indeks Keparahan Kemiskinan atau P2 di Kalimantan Tengah mengalami penurunan pada periode Maret hingga September 2024. Menurutnya, penurunan ini mencerminkan adanya perbaikan dalam kondisi kemiskinan di Kalteng.

"Pada September 2024, Indeks Kedalaman Kemiskinan berada di angka 0,680, turun dari angka 0,784 pada Maret 2024. Sementara itu, Indeks Keparahan Kemiskinan juga menunjukkan penurunan, yaitu mencapai 0,125 pada September 2024, dibandingkan 0,188 pada Maret 2024," kata Agnes pada Rabu, 15 Januari 2025.

Kali ini, Kepala BPS Kalteng menyampaikan berita resmi statistik didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan atau Ekbang Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Sri Widanarni di kantor BPS Kalteng.

Dalam kegiatan tersebut Agnes menyoroti Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk atau Gini Ratio di Kalimantan Tengah yang pada September 2024 tercatat sebesar 0,304, sedikit naik 0,003 poin dibandingkan Maret 2024. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan ketimpangan pengeluaran di wilayah tersebut.

Secara rinci, Agnes mengungkapkan bahwa Gini Ratio di daerah perkotaan pada September 2024 tercatat sebesar 0,322, naik dibandingkan pada Maret 2024 yang hanya sebesar 0,311.

"Sebaliknya, di daerah perdesaan, Gini Ratio mengalami penurunan menjadi 0,282 pada September 2024 dari 0,288 pada Maret 2024," tutur Agnes.

--page

Mengacu pada ukuran ketimpangan yang digunakan oleh Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah di Kalimantan Tengah adalah sebesar 21,88 persen. Agnes menjelaskan bahwa berdasarkan data tersebut, ketimpangan pendapatan di wilayah tersebut termasuk dalam kategori rendah.

Ia menjelaskan lebih lanjut, ketimpangan pendapatan di Kalimantan Tengah di daerah perkotaan tercatat sebesar 20,58 persen, sementara di perdesaan mencapai 23,12 persen.

"Dengan demikian, meskipun terdapat peningkatan ketimpangan di beberapa aspek, secara keseluruhan ketimpangan pendapatan di Kalimantan Tengah masih dalam kategori rendah," tegasnya. (TESTI PRISCILLA/Y)