PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada September 2024, provinsi dengan gini ratio tertinggi di Indonesia adalah DKI Jakarta, dengan angka sebesar 0,431. Hal ini menunjukkan tingkat ketimpangan pendapatan yang cukup tinggi di ibu kota negara.

Sebaliknya, provinsi dengan gini ratio terendah tercatat di Kepulauan Bangka Belitung, yaitu sebesar 0,235, yang mencerminkan distribusi pendapatan yang lebih merata di wilayah tersebut.

Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa secara nasional, gini ratio Kalimantan Tengah termasuk ke dalam sepuluh provinsi dengan gini ratio terendah, yaitu sebesar 0,304.

"Ini adalah pencapaian yang patut diapresiasi, mengingat gini ratio nasional berada pada angka 0,381," ujar Agnes pada Rabu, 15 Januari 2025.

Kali ini Kepala BPS Kalteng menyampaikan berita resmi statistik didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan atau Ekbang Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Sri Widanarni di kantor BPS Kalteng.

Agnes menambahkan bahwa terdapat tujuh provinsi dengan angka gini ratio yang lebih tinggi dibandingkan dengan gini ratio nasional. Provinsi-provinsi tersebut adalah DKI Jakarta sebesar 0,431, Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 0,428, Jawa Barat sebesar 0,428, Papua Selatan sebesar 0,424, Gorontalo sebesar 0,413, Papua sebesar 0,405, dan Papua Barat sebesar 0,385.

Menurut Agnes, angka gini ratio yang rendah di Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa upaya pemerintah daerah dalam mengurangi ketimpangan pendapatan telah membuahkan hasil.
Selain itu, Agnes juga menyoroti pentingnya kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

"Dengan kerjasama yang baik, kami yakin dapat mencapai distribusi pendapatan yang lebih merata di seluruh provinsi," jelasnya.

Agnes berharap bahwa pencapaian ini dapat menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia untuk terus berupaya mengurangi ketimpangan pendapatan.

"Kami berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan Indonesia yang lebih adil dan sejahtera," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/H)