PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa jumlah penduduk miskin di Provinsi Kalimantan Tengah pada September 2024 mencapai 149,24 ribu orang.

"Dibandingkan dengan Maret 2024, jumlah penduduk miskin meningkat sebanyak 3,61 ribu orang. Persentase penduduk miskin pada September 2024 tercatat sebesar 5,26 persen, yang menunjukkan peningkatan sebesar 0,09 persen poin dibandingkan dengan Maret 2024," kata Agnes pada Jumat, 17 Januari 2025.

Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode Maret 2023 hingga September 2024, jumlah penduduk miskin di perkotaan mengalami peningkatan sebesar 5,17 ribu orang.

"Sebaliknya, di perdesaan terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 1,56 ribu orang. Persentase kemiskinan di perkotaan naik dari 4,89 persen menjadi 5,22 persen," terang Agnes lagi.

Sementara itu, lanjut Agnes, di perdesaan, persentase kemiskinan justru mengalami penurunan dari 5,38 persen menjadi 5,29 persen. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan tren kemiskinan antara daerah perkotaan dan perdesaan di Provinsi Kalimantan Tengah. Peningkatan kemiskinan di perkotaan mungkin disebabkan oleh berbagai faktor ekonomi dan sosial yang berbeda dengan perdesaan.

"Secara keseluruhan, meskipun terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin di perkotaan, penurunan di perdesaan memberikan sedikit harapan bahwa upaya pengentasan kemiskinan di daerah pedesaan mungkin lebih efektif," tuturnya.

Namun, peningkatan persentase kemiskinan secara keseluruhan tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi oleh pemerintah dan pihak terkait. Penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kemiskinan di perkotaan, seperti urbanisasi, pengangguran, dan biaya hidup yang tinggi. Di sisi lain, penurunan kemiskinan di perdesaan mungkin terkait dengan program-program bantuan sosial dan pembangunan infrastruktur yang lebih merata.

Dengan demikian, diperlukan pendekatan yang berbeda dalam menangani kemiskinan di perkotaan dan perdesaan. Pemerintah perlu terus memantau perkembangan ini dan mengimplementasikan kebijakan yang tepat untuk mengurangi kemiskinan di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.(TESTI PRISCILLA/H)