SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit  – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, berkomitmen untuk menyelesaikan masalah krisis air bersih di wilayahnya. 

Upaya ini akan dilakukan secara bertahap dengan memperluas jangkauan jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Bupati Kotim, Halikinnor, menekankan pentingnya akses air bersih bagi kesehatan masyarakat, termasuk dalam upaya pencegahan stunting. 

"Air bersih ini penting untuk kesehatan, termasuk dalam hal penanganan stunting. Makanya saya memberi perhatian serius terhadap masalah ini," tegasnya.

Itu ia sampaikan saat dirinya meninjau langsung Sei Lepeh Unit Samuda yang berada di perbatasan Kecamatan Mentaya Hilir Utara dengan Mentaya Hilir Selatan, Kamis (16 Januari 2025).

Halikinnor mengungkapkan belum lama ini sebanyak 59 sambungan rumah (SR) baru diresmikan berkat bantuan pemerintah daerah.

Krisis air bersih selama ini menjadi masalah serius di wilayah selatan Kotim, terutama saat musim kemarau.  Danau dan sumur mengering, sementara air sungai menjadi asin akibat intrusi air laut.  Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat selama ini mengandalkan pasokan dari Sampit menggunakan mobil tangki.

Untuk mengatasi masalah ini, Bupati Halikinnor telah memerintahkan perluasan jaringan PDAM.  Dana puluhan miliar rupiah telah dialokasikan untuk pemasangan pipa air bersih yang menjangkau wilayah pesisir.  Pemerintah daerah juga membantu pemasangan sambungan baru dan perbaikan sambungan yang rusak agar air bersih dapat menjangkau rumah-rumah warga.

"Pemerintah daerah membantu pemasangan ini agar tidak membebani masyarakat. Mudah-mudahan ini juga bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kita. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini secara bertahap, " tegasnya. (DEVIANA/H)