SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menghadapi tantangan dalam menyediakan akses air bersih bagi warganya. 

Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Kotim Rafiq Riswandi mengungkapkan, sebanyak 220 Sambungan Rumah (SR) Air Bersih di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan tidak berfungsi dan membutuhkan perbaikan.

"Dari 220 SR yang rusak, pada tahun 2024 kita hanya mampu memperbaiki 50 SR dan membangun 9 SR baru, sesuai ketersediaan anggaran," jelas Rafiq, Sabtu, 18 Januari 2025.

Hal ini menyisakan 170 SR yang masih perlu diperbaiki.  Dengan biaya perbaikan satu SR sebesar Rp5 juta, maka dibutuhkan dana sebesar Rp850 juta untuk menyelesaikan masalah ini.

Dinas Cipta Karya bersama Perumdam Tirta Mentaya telah melakukan beberapa kali survei lapangan.  Saat ini, fokus utamanya adalah pengadaan anggaran dan pelaksanaan perbaikan di lapangan.

Rafiq menambahkan bahwa ia telah menyampaikan permasalahan ini kepada Bupati Kotim, mengingat akses air bersih merupakan prioritas utama, khususnya di wilayah selatan.

"Kami akan berupaya agar perbaikan 170 SR tersebut dapat terlaksana melalui APBD Perubahan 2025 atau APBD Murni 2026.  Insya Allah, jika anggarannya tersedia, perbaikan dapat segera dilakukan," ujarnya.

Program perbaikan sambungan rumah air bersih ini menargetkan empat kecamatan di wilayah selatan Kotim, yaitu Mentaya Hilir Utara, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Selatan, dan Teluk Sampit.  Meskipun demikian,  pemerintah daerah juga akan berupaya untuk meningkatkan akses air bersih di kecamatan lain secara bertahap sesuai dengan ketersediaan anggaran.

"Mudah-mudahan, kita bisa memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di keempat kecamatan tersebut," pungkas Rafiq Riswandi. (DEVIANA/H)