BORNEONEWS, Palangka Raya - Garis Kemiskinan merupakan nilai pengeluaran minimum yang harus dipenuhi untuk kebutuhan makanan dan bukan makanan agar seseorang tidak dikategorikan miskin. Penduduk miskin adalah mereka yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.
"Pada September 2024, Garis Kemiskinan tercatat sebesar Rp641.524,00 per kapita per bulan, mengalami kenaikan sebesar 2,82 persen dibandingkan Maret 2024," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Senin, 20 Januari 2025.
Agnes menjelaskan bahwa Komponen Garis Kemiskinan terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan atau GKM dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan atau GKBM. Data menunjukkan bahwa peranan komoditas makanan masih jauh lebih besar dibandingkan komoditas bukan makanan. Pada September 2024, sumbangan GKM terhadap GK di perkotaan mencapai 74,86 persen, sementara di perdesaan mencapai 79,00 persen.
"Komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada Garis Kemiskinan di perkotaan dan perdesaan hampir sama. Beras menjadi komoditas dengan sumbangan terbesar, yaitu 20,93 persen di perkotaan dan 24,69 persen di perdesaan. Rokok kretek filter menyusul dengan sumbangan sebesar 13,37 persen di perkotaan dan 14,59 persen di perdesaan," tuturnya.
Selain beras dan rokok kretek filter, komoditas lain yang memberikan sumbangan signifikan terhadap Garis Kemiskinan adalah daging ayam ras, telur ayam ras, mie instan, dan gula pasir. Di perkotaan, daging ayam ras menyumbang 6,04 persen, telur ayam ras 4,64 persen, mie instan 3,38 persen, dan gula pasir 2,53 persen. Di perdesaan, sumbangan masing-masing komoditas tersebut adalah 5,09 persen, 3,76 persen, 2,94 persen, dan 3,50 persen.
--page
"Komoditas bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap Garis Kemiskinan di perkotaan adalah perumahan sebesar 8,09 persen, bensin sebesar 4,68 persen, dan listrik sebesar 3,40 persen," terangnya.
Di perdesaan, sumbangan terbesar berasal dari perumahan sebesar 9,50 persen, bensin sebesar 2,80 persen, dan listrik sebesar 1,66 persen. Selain itu, pendidikan, perlengkapan mandi, perawatan kulit, muka, kuku, dan rambut, serta sabun cuci juga memberikan kontribusi.
Dengan kenaikan Garis Kemiskinan ini, diharapkan pemerintah dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk mengurangi jumlah penduduk miskin dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perhatian khusus perlu diberikan pada komoditas-komoditas yang memberikan sumbangan besar terhadap Garis Kemiskinan, baik di perkotaan maupun di perdesaan. (TESTI PRISCILLA/Y)









