PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa Garis Kemiskinan per rumah tangga merupakan gambaran besarnya nilai rata-rata rupiah minimum yang harus dikeluarkan oleh rumah tangga untuk memenuhi kebutuhannya agar tidak dikategorikan miskin.

"Pada September 2024, Garis Kemiskinan per rumah tangga di Provinsi Kalimantan Tengah tercatat sebesar Rp3.002.332,00 per bulan. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 5,09 persen dibandingkan dengan kondisi pada Maret 2024 yang mencapai Rp3.163.447,00 per bulan," jelas Agnes pada Selasa, 21 Januari 2025.

Penurunan Garis Kemiskinan ini mencerminkan adanya perbaikan dalam kemampuan rumah tangga di Kalimantan Tengah untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, menyatakan bahwa penurunan ini merupakan hasil dari berbagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk program bantuan sosial dan peningkatan akses terhadap layanan dasar.

"Meskipun terjadi penurunan, angka Garis Kemiskinan per rumah tangga tetap menjadi indikator penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat," katanya.

Agnes Widiastuti menekankan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan ini dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa semua rumah tangga di Kalimantan Tengah dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka.

--page

Selain itu, penurunan Garis Kemiskinan juga dapat diartikan sebagai adanya peningkatan daya beli masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa rumah tangga di Kalimantan Tengah memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka, seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Agnes Widiastuti berharap bahwa tren positif ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.

"Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengurangi kemiskinan di Kalimantan Tengah. Pemerintah perlu terus bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan masyarakat, untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan akses terhadap pendidikan dan kesehatan," tuturnya.

Secara keseluruhan, penurunan Garis Kemiskinan per rumah tangga pada September 2024 merupakan langkah positif dalam upaya mengurangi kemiskinan di Kalimantan Tengah. Agnes Widiastuti menegaskan bahwa BPS Kalteng akan terus berkomitmen untuk menyediakan data yang akurat dan relevan guna mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (TESTI PRISCILLA/y)