BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa persoalan kemiskinan tidak hanya sebatas jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.
"Indeks kedalaman kemiskinan adalah ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap Garis Kemiskinan. Sementara itu, indeks keparahan kemiskinan memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin," terang Agnes pada Selasa, 21 Januari 2025.
Pada periode Maret hingga September 2024, Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan di Kalimantan Tengah mengalami penurunan. Indeks Kedalaman Kemiskinan pada September 2024 tercatat sebesar 0,680, turun dibandingkan Maret 2024 yang sebesar 0,784.
Sementara itu, Indeks Keparahan Kemiskinan pada September 2024 sebesar 0,125, turun dibandingkan Maret 2024 yang sebesar 0,188.
Agnes Widiastuti menjelaskan bahwa penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam distribusi pengeluaran di antara penduduk miskin.
--page
"Penurunan indeks ini mencerminkan adanya upaya yang berhasil dalam mengurangi kesenjangan pengeluaran dan meningkatkan kesejahteraan penduduk miskin," ujarnya.
Jika dibandingkan berdasarkan daerah, pada September 2024, nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan lebih tinggi di perkotaan, sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan lebih tinggi di perdesaan. Pada September 2024, nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan untuk perdesaan sebesar 0,676, sedangkan di perkotaan mencapai 0,685. Nilai Indeks Keparahan Kemiskinan di perkotaan sebesar 0,124, sedangkan di perdesaan mencapai 0,127.
"Perbedaan ini menunjukkan adanya tantangan yang berbeda antara perkotaan dan perdesaan dalam mengatasi kemiskinan. Di perkotaan, meskipun kedalaman kemiskinan lebih tinggi, penyebaran pengeluaran lebih merata. Sebaliknya, di perdesaan, meskipun kedalaman kemiskinan lebih rendah, penyebaran pengeluaran masih menjadi tantangan," jelasnya.
Secara keseluruhan, penurunan indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan ini merupakan langkah positif dalam upaya mengurangi kemiskinan di Kalimantan Tengah. Namun, Agnes Widiastuti menekankan bahwa upaya ini harus terus ditingkatkan untuk mencapai kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh penduduk. (TESTI PRISCILLA/Y)









