BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di wilayah tersebut selama periode Maret hingga September 2024. Salah satu faktor utama adalah pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah pada Triwulan III Tahun 2024 yang mencapai 4,64 persen atau y-on-y.
"Pertumbuhan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi yang signifikan di berbagai sektor," kata Agnes pada Selasa, 21 Januari 2025.
Selain itu, tingkat pengangguran terbuka atau TPT pada Agustus 2024 mengalami penurunan. Namun, Agnes mencatat bahwa pekerja setengah penganggur justru meningkat sebesar 0,08 persen poin pada bulan yang sama. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran dalam struktur tenaga kerja, di mana lebih banyak orang yang bekerja paruh waktu atau dalam kondisi setengah menganggur.
"Inflasi juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Kalimantan Tengah. Pada September 2024, inflasi tahunan tercatat sebesar 1,45 persen, dengan inflasi bulanan sebesar 0,07 persen," tuturnya.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memiliki andil terbesar terhadap inflasi di wilayah ini, yang dapat mempengaruhi daya beli masyarakat.
--page
Nilai Tukar Petani atau NTP pada September 2024 tercatat sebesar 125,38, mengalami penurunan sebesar 0,27 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini terutama terjadi pada subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan. Agnes menekankan bahwa penurunan NTP ini dapat berdampak negatif pada kesejahteraan petani di Kalimantan Tengah.
"Bulan September 2024 juga merupakan puncak panen padi di Kalimantan Tengah, dengan produksi padi mencapai 86,31 ribu ton GKG. Meskipun produksi padi meningkat, Agnes mengingatkan bahwa hasil panen yang melimpah harus diimbangi dengan manajemen distribusi yang baik agar tidak terjadi penurunan harga yang merugikan petani," tuturnya.
Secara keseluruhan, Agnes Widiastuti menekankan pentingnya memperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Kalimantan Tengah. Pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, inflasi, nilai tukar petani, dan hasil panen padi semuanya berperan dalam menentukan kesejahteraan masyarakat di wilayah ini. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang komprehensif dan terintegrasi untuk mengatasi masalah kemiskinan secara efektif. (TESTI PRISCILLA/Y)









