SAMPIT –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa pelabuhan Kumai dan Pelabuhan Sampit terus menjadi pusat utama layanan angkutan laut untuk penumpang di Kalimantan Tengah selama November 2024.

"Dari total 30.260 penumpang yang datang dan berangkat, sebanyak 71,68 persen melalui Pelabuhan Kumai dan 28,32 persen melalui Pelabuhan Sampit. Dominasi ini menunjukkan pentingnya kedua pelabuhan tersebut dalam mobilitas penduduk di Kalteng," kata Agnes pada Jumat, 24 Januari 2025.

Selain itu, volume arus barang yang mencapai 2,10 juta ton juga menunjukkan peran signifikan Pelabuhan Sampit dan Pelabuhan Kumai dalam distribusi barang di Kalimantan Tengah.

"Pelabuhan Sampit menangani 60,07 persen dari total volume arus barang, sementara Pelabuhan Kumai menangani 30,13 persen. Sisanya terdistribusi di pelabuhan lainnya di provinsi ini, menunjukkan adanya diversifikasi dalam distribusi barang," katanya.

Pelabuhan Sampit, lanjut Agnes, dengan volume arus barang yang lebih besar, menunjukkan kapasitas dan infrastruktur yang lebih kuat dalam menangani barang. Hal ini mungkin disebabkan oleh fasilitas yang lebih lengkap dan efisien di pelabuhan ini. Sementara itu, Pelabuhan Kumai juga memainkan peran penting meskipun dengan volume arus barang yang lebih kecil, menunjukkan bahwa pelabuhan ini tetap menjadi pilihan utama bagi banyak pengguna jasa angkutan laut.

--page

"Secara keseluruhan, dominasi Pelabuhan Kumai dan Pelabuhan Sampit dalam layanan angkutan laut di Kalimantan Tengah menunjukkan pentingnya kedua pelabuhan ini dalam mendukung mobilitas penduduk dan distribusi barang di wilayah ini. Dengan terus meningkatkan fasilitas dan infrastruktur, kedua pelabuhan ini dapat terus memainkan peran penting dalam perekonomian dan pembangunan daerah," tutur Agnes. (TESTI PRISCILLA/Y)