BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Januari 2025, sejumlah komoditas dominan memberikan andil inflasi year-on-year atau y-on-y dan month-to-month atau m-to-m. Data inflasi menunjukkan bahwa emas perhiasan, ikan gabus, dan Sigaret Kretek Mesin atau SKM menjadi penyumbang utama inflasi y-on-y.
"Selain itu, komoditas lainnya seperti cabai rawit, minyak goreng, dan kopi bubuk juga turut memberikan andil signifikan pada inflasi tahun ini," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Senin, 3 Februari 2025.
Hal ini disampaikan Agnes saat menyampaikan berita resmi statistik bulanan dengan didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan atau Ekbang Setda Provinsi Kalteng, Sri Widanarni.
"Di sisi lain, beberapa komoditas juga memberikan andil deflasi y-on-y. Tarif listrik, daging ayam ras, dan angkutan udara menjadi komoditas utama yang mengurangi tekanan inflasi," jelasnya.
Penurunan harga pada komoditas-komoditas tersebut membantu menahan laju inflasi yang lebih tinggi di tengah kenaikan harga komoditas lainnya.
Pada inflasi month-to-month atau m-to-m Januari 2025, daging ayam ras, cabai rawit, dan ikan gabus menjadi penyumbang terbesar inflasi. Komoditas lain seperti cabai merah, bensin, dan semangka juga memberikan kontribusi signifikan pada inflasi bulanan ini. Kenaikan harga komoditas tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca dan permintaan pasar.
Namun, tidak semua komoditas memberikan tekanan inflasi. Beberapa komoditas justru memberikan andil deflasi m-to-m, seperti tarif listrik, bawang merah, dan ikan nila. Penurunan harga komoditas-komoditas ini memberikan keseimbangan pada laju inflasi bulanan yang disebabkan oleh kenaikan harga komoditas lainnya.
"Dalam kategori inflasi y-on-y, komoditas pangan seperti beras, telur ayam ras, dan bawang merah juga mengalami kenaikan harga yang signifikan. Selain itu, komoditas lainnya seperti terong, udang basah, dan ikan patin juga turut memberikan kontribusi pada kenaikan inflasi tahun ini. Faktor-faktor seperti musim panen dan pasokan komoditas memainkan peran penting dalam menentukan harga komoditas tersebut," jelasnya.
Secara keseluruhan, data inflasi Januari 2025 mencerminkan dinamika harga yang kompleks di pasar. Sementara beberapa komoditas memberikan tekanan inflasi, komoditas lainnya membantu menahan laju kenaikan harga. Pemantauan dan pengelolaan harga komoditas ini akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas inflasi di masa mendatang. (TESTI PRISCILLA/H)









