BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengumumkan bahwa kelompok pakaian dan alas kaki di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 0,68 persen pada Januari 2025.
Kenaikan indeks ini tercatat dari 102,34 pada Januari 2024 menjadi 103,04 pada Januari 2025. Inflasi ini menunjukkan adanya peningkatan harga pada komoditas dalam kelompok tersebut selama setahun terakhir.
"Seluruh subkelompok dalam kelompok pakaian dan alas kaki turut mengalami inflasi y-on-y. Subkelompok pakaian mengalami inflasi sebesar 0,83 persen, sementara subkelompok alas kaki mengalami inflasi sebesar 0,10 persen. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan harga yang signifikan pada pakaian dibandingkan dengan alas kaki," kata Agnes pada Senin, 3 Februari 2025.
Agnes yang menyampaikan berita resmi statistik bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan atau Ekbang Setda Provinsi Kalteng, Sri Widanarni.
Menurut Agnes, kelompok pakaian dan alas kaki memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,03 persen pada Januari 2025. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y dalam kelompok ini adalah daster dan ongkos jahit, masing-masing sebesar 0,01 persen. Ini menandakan bahwa kenaikan harga pada daster dan ongkos jahit memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap inflasi kelompok ini.
"Selain itu, kelompok pakaian dan alas kaki juga memberikan andil inflasi month-on-month atau m-to-m sebesar 0,01 persen pada Januari 2025," katanya.
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m adalah daster, dengan andil sebesar 0,003 persen. Ini menunjukkan adanya kenaikan harga yang berkelanjutan pada daster dari bulan ke bulan.
Agnes menambahkan bahwa inflasi pada kelompok pakaian dan alas kaki mencerminkan adanya dinamika harga yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk biaya produksi dan permintaan konsumen. Oleh karena itu, pemantauan terhadap kelompok ini sangat penting untuk memahami perkembangan harga di Kalimantan Tengah.
"Dengan adanya inflasi ini, masyarakat di Kalimantan Tengah diharapkan dapat lebih bijak dalam mengelola pengeluaran untuk pakaian dan alas kaki. BPS akan terus memantau perkembangan harga dan memberikan informasi terkini kepada publik untuk membantu pengambilan keputusan ekonomi yang lebih baik," katanya. (TESTI PRISCILLA/H)









