BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Januari 2025, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 1,99 persen.
Indeks harga kelompok ini meningkat dari 104,15 pada Januari 2024 menjadi 106,22 pada Januari 2025. Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa inflasi ini mencerminkan kenaikan harga yang signifikan dalam sektor ini.
"Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran terdiri dari satu subkelompok, yaitu jasa pelayanan makanan dan minuman, yang juga mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,99 persen," kata Agnes pada Selasa, 4 Februari 2025.
Agnes Widiastuti menjelaskan bahwa subkelompok ini memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,21 persen terhadap keseluruhan inflasi di Kalimantan Tengah pada Januari 2025.
"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y dalam kelompok ini antara lain ikan bakar sebesar 0,04 persen, ayam bakar, bakso siap santap, sate, dan martabak masing-masing sebesar 0,02 persen. Selain itu, nasi dengan lauk, es, soto, sop, ayam goreng, ketupat/lontong sayur, mie, dan kue kering berminyak masing-masing memberikan andil sebesar 0,01 persen," katanya.
Selain inflasi y-on-y, kelompok ini juga memberikan andil inflasi month-to-month atau m-to-m sebesar 0,06 persen pada Januari 2025. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m adalah ikan bakar, ayam bakar, martabak, dan bakso siap santap, masing-masing sebesar 0,01 persen. Agnes Widiastuti menambahkan bahwa kenaikan harga pada komoditas-komoditas ini turut mempengaruhi inflasi bulanan di Kalimantan Tengah.
Agnes Widiastuti menekankan pentingnya pemantauan harga secara berkala untuk mengantisipasi lonjakan harga yang dapat mempengaruhi daya beli masyarakat.
"Kami terus berupaya untuk memberikan data yang akurat dan terkini agar pemerintah dan masyarakat dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menghadapi inflasi," ujarnya.
Dengan adanya inflasi ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam mengatur pengeluaran sehari-hari, terutama dalam hal konsumsi makanan dan minuman. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat mengambil kebijakan yang efektif untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah inflasi yang lebih tinggi di masa mendatang. (TESTI PRISCILLA/H)









