PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah melaporkan bahwa kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya di provinsi ini mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 5,62 persen pada Januari 2025.

Indeks harga konsumen untuk kelompok ini meningkat dari 103,49 pada Januari 2024 menjadi 109,31 pada Januari 2025, seperti disampaikan oleh Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti.

"Subkelompok perawatan pribadi lainnya mencatat inflasi tertinggi dalam kelompok ini, dengan angka mencapai 19,31 persen y-on-y. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya secara keseluruhan menyumbang 0,31 persen terhadap inflasi y-on-y pada Januari 2025," kata Agnes pada Selasa, 4 Februari 2025.

Komoditas yang paling dominan menyumbang inflasi y-on-y dalam kelompok ini adalah emas perhiasan dengan kontribusi sebesar 0,26 persen.

"Selain itu, sejumlah barang seperti pasta gigi, pembalut wanita, popok bayi sekali pakai, krim wajah, sampo, dan sabun wajah masing-masing memberikan andil sebesar 0,01 persen," katanya.

Sebaliknya, komoditas yang dominan memberikan andil deflasi y-on-y adalah sabun mandi cair dengan kontribusi sebesar 0,01 persen.

"Pada Januari 2025, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga menyumbang inflasi month-to-month atau m-to-m sebesar 0,03 persen. Emas perhiasan kembali menjadi komoditas utama yang memberikan andil inflasi m-to-m, dengan kontribusi sebesar 0,02 persen.

Agnes Widiastuti menekankan bahwa pergerakan harga komoditas-komoditas ini perlu dicermati secara seksama, mengingat pengaruhnya terhadap inflasi keseluruhan.

"Kenaikan harga pada barang-barang perawatan pribadi berdampak langsung pada biaya hidup masyarakat," ujar Agnes.

Dengan data terbaru ini, BPS Kalteng terus memonitor perkembangan inflasi di daerah tersebut dan menyarankan agar langkah-langkah mitigasi diambil untuk mengurangi dampak inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. (TESTI PRISCILLA/H)