PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, tiga dari empat kabupaten/kota di provinsi tersebut mengalami inflasi tahunan atau y-on-y pada Januari 2025.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, yang menyebutkan bahwa inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 0,97 persen dengan Indeks Harga Konsumen atau IHK mencapai 107,81.

"Satu-satunya kabupaten/kota yang mengalami deflasi y-on-y adalah Kota Palangka Raya, dengan deflasi sebesar 0,15 persen dan IHK sebesar 105,15. Kota Palangka Raya menunjukkan tren yang berbeda dibandingkan dengan wilayah lainnya di Kalimantan Tengah," ujar Agnes Widiastuti dalam keterangannya pada Selasa, 4 Februari 2025.

Untuk inflasi bulanan atau m-to-m, tiga dari empat kabupaten/kota di Kalimantan Tengah mencatatkan deflasi pada bulan Januari 2025. Kota Palangka Raya kembali mencatatkan angka deflasi tertinggi sebesar 0,89 persen.

"Angka ini menunjukkan adanya penurunan harga yang signifikan di Palangka Raya," tambah Agnes.

Sebaliknya, Kabupaten Kapuas mencatatkan inflasi m-to-m sebesar 0,11 persen pada bulan yang sama. Meski kecil, angka ini menandakan adanya peningkatan harga barang dan jasa di wilayah tersebut.

"Perubahan harga di Kabupaten Kapuas ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk fluktuasi harga pangan dan komoditas," jelas Agnes.

Agnes Widiastuti menyampaikan bahwa perbedaan pola inflasi antar kabupaten/kota di Kalimantan Tengah dipengaruhi oleh berbagai faktor lokal.

"Kondisi pasar, kebijakan daerah, serta perubahan harga komoditas sangat berpengaruh terhadap tingkat inflasi di masing-masing wilayah," katanya.

Dengan demikian, data inflasi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan ekonomi yang tepat, serta bagi masyarakat dalam memahami dinamika harga di wilayah mereka. (TESTI PRISCILLA/H)