BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka mendukung Asta Cita Presiden tentang ekonomi hijau, Asosiasi Sawitku Masadepanku atau SAMADE dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP menggelar workshop dan transfer soft skill serta manajemen wirausaha bagi masyarakat binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir atau Rohil, pada Jumat, 31 Januari 2025 lalu.
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup warga binaan melalui pengembangan keterampilan dan pengetahuan dalam bidang wirausaha.
Workshop yang diikuti oleh 100 peserta warga binaan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Rohil, H Sulaiman Azhar, yang ditandai dengan pemukulan gong. Turut hadir dalam acara ini, Wakil Bupati terpilih Jhony Charles BBA MBA, Anggota DPR RI Komisi X Hj Karmila Sari SKom MM secara daring, Kepala Divisi UKMK BPDP, Forkompimda Rohil, Ketua Asosiasi SAMADE, Dirut CV Tamadun, serta sejumlah kepala OPD.
Kepala Divisi UKMK BPDP Helmi Muhansah mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini yang sejalan dengan target Presiden Prabowo yaitu peningkatan taraf ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.
"Kita berharap melalui program UMKM ini, perekonomian masyarakat dapat terdongkrak dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan mereka," kata Helmi dalam rilisnya pada Rabu, 5 Februari 2025.
Dalam kesempatan yang sama, Hendra Dermawan, Dirut CV Rumah Tamadun sekaligus ketua panitia, mengungkapkan bahwa dirinya sangat terinspirasi untuk memberikan pembinaan kepada warga binaan Lapas. Hal ini karena CV Rumah Tamadun sebelumnya telah melakukan MoU dengan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi terkait pembinaan tersebut.
"Kami berharap Rohil semakin maju ke depannya. Harapan kami terutama di bidang UMKM, nantinya akan ada kegiatan pengolahan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dan pembuatan teh dari daun sawit sebagai produk praktis," kata Hendra.
Dengan adanya workshop ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam bidang wirausaha, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah dan negara.
Pada kegiatan ini dilakukan penandatanganan MoU antara Samade, Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, dan Bank Jatah (Minyak Jelantah), disaksikan oleh Kepala Divisi UKMK BPDP. MoU ini dalam rangka pemanfaatan minyak jelantah limbah dari Lapas IIA Bagansiapiapi menjadi produk UMKM sabun dan lilin aromaterapi, yang akan diproduksi oleh warga binaan.
Ketua DPP Samade, Tolen Ketaren mengatakan bahwa salah satu limbah dari kelapa sawit adalah minyak jelantah yang dapat diolah menjadi nilai rupiah. Sekarang sudah banyak limbah sawit yang diolah menjadi produk ekonomis baik itu lidi, jangkos dan sebagainya dapat diolah.
"Kita tidak melihat dan memperhatikan sawitnya saja, namun juga limbahnya sehingga bernilai ekonomis. Samade pernah membuat jangkos bisa menjadi arang dan dapat digunakan untuk memasak, kemudian membuat lilin dan sabun dari daun kelapa sawit. Sehingga, begitu warga binaan keluar sudah memiliki ilmu dan dapat dikembangkan nantinya," sebut Tolen.
Tolen berharap kepada pemerintah daerah, kiranya nanti ada satu desa yang menjadi pilot projek menjadi percontohan, bukan hanya kebun namun juga UMKM nya, yaitu desa UMKM kelapa sawit.
Kalapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Ika Prihadi Nusantara SSos MM menyebutkan, ini merupakan suatu kebanggaan baginya.
"Mari kita bersama-sama membangun Rohil menjadi hebat. Saya yakin Pemda Rohil mampu mempersiapkan masa depan yang baik bagi masyarakat binaan," kata Ika Prihadi.
Secara daring, Anggota DPR RI, DR Hj Karmila Sari, banyak potensi di Rokan Hilir yang perlu digali, sebagaimana Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda dan olahraga. Maka, asta cita pak Prabowo harus dilanjutkan dan capai dengan cara bekerjasama.
"Yang kita lakukan secara terus menerus harus memberikan pembinaan dengan bahan potensi kelapa sawit ini, karena potensinya sangat besar," kata Karmila.
Lebih lanjut dipaparkan Karmila, ke depan jangan hanya dengan minyak jelantah, namun juga perlu dilakukan MoU dengan perusahaan agar masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan bahan baku limbah sawit.
"Ekonomi hijau ini bisa meningkatkan lapangan kerja, sehingga menyerap tenaga kerja. Upaya pengembangan UMKM seperti ini adalah alternatif membuka lapangan kerja," sebutnya.
Dirinya mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dan bergandengan tangan untuk memberikan pelatihan dan pembinaan terhadap masyarakat binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi," katanya.
Terakhir Wakil Bupati terpilih selaku Keynote Speaker, Jhony Charles, menyampaikan bahwa ada tiga untuk sukses dalam berwirausaha yaitu pertama perbaiki manajemen nya dulu, kedua marketing dan ketiga finance.
"Ke depan, bagaimana perbankan berpartisipasi 100 persen terhadap UMKM Rohil, khususnya Bank Rohil. Bayangkan jika Bank Rohil bisa membantu UMKM, Bumdes dan sebagainya. UMKM ini hanya butuh permodalan. Gunakan Indomaret dan Alfamart sebagai pintu marketing kita, yaitu letakkan produk UMKM kita di rak mereka," tutup pria yang akrab disapa JC ini. (TESTI PRISCILLA/H)









