BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan riset dan inovasi untuk memperkuat sektor perkebunan dan industri sawit nasional.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2026 yang digelar di Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah Yogyakarta, serta peserta yang mengikuti kegiatan secara daring.
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, mengatakan keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam mendorong lahirnya gagasan dan inovasi baru yang dapat mendukung pengembangan industri sawit nasional.
Menurutnya, program penelitian dan pengembangan yang dijalankan BPDP merupakan salah satu upaya untuk memperkuat, mengembangkan, sekaligus meningkatkan pemberdayaan sektor perkebunan dan industri sawit.
“Riset dan inovasi menjadi bagian penting dalam membangun sektor perkebunan dan industri sawit yang semakin kuat dan berkelanjutan,” ujar Zaid dalam rilisnya pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pengembangan riset dilakukan dengan mendorong sinergi antara sektor hulu dan hilir. Dengan demikian, hasil penelitian diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran akademis, tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai tantangan dan peningkatan daya saing industri sawit.
Sebagai bagian dari program tersebut, BPDP secara rutin memberikan dukungan pendanaan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan. Salah satunya melalui Lomba Riset Tingkat Mahasiswa yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menuangkan ide, gagasan, dan inovasi di bidang perkebunan dan industri sawit.
"Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2026 diperuntukkan bagi mahasiswa aktif jenjang S1 dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia," tuturnya.
Program ini diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk berkontribusi melalui penelitian yang relevan dengan kebutuhan sektor perkebunan dan industri sawit.
Sosialisasi di Yogyakarta tersebut juga melibatkan Akademi Komunikasi Perkebunan Yogyakarta (AKPY), pimpinan perguruan tinggi, serta Komite Lomba Riset Tingkat Mahasiswa BPDP 2026.
Zaid menegaskan, keterlibatan perguruan tinggi dan mahasiswa menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem riset yang lebih kuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang mendukung terwujudnya industri sawit nasional yang tangguh, kompetitif, dan berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/y)









