BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong kemajuan industri kelapa sawit nasional. Komitmen tersebut mendapat apresiasi melalui dua penghargaan yang diraih BPDP dalam kegiatan Sawit Indonesia Expo & Conference atau SIEXPO 2026 di COEX Convention and Exhibition Center, Pekanbaru, Riau.
Dua penghargaan yang diraih BPDP masing-masing diberikan dalam kategori Dukungan Program UMKM Sawit di Wilayah Riau dan Best Hospitality. Penghargaan tersebut diserahkan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy kepada Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, yang mewakili BPDP.
Helmi mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja keras seluruh jajaran BPDP dalam memberikan pelayanan sekaligus memperkuat ekosistem industri sawit dari sektor hulu hingga hilir.
“Tentu kita bangga BPDP mendapatkan dua penghargaan di SIEXPO 2026. Ini merupakan salah satu bentuk apresiasi dan kita akan terus bekerja keras,” ujar Helmi dalam rilisnya pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurutnya, BPDP akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya dalam mendorong pelaku UMKM berbasis perkebunan agar semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
“Kita akan terus berkolaborasi membangun UMKM perkebunan naik kelas agar berkontribusi dalam upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen sebagaimana ditargetkan Presiden Prabowo Subianto,” katanya.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, BPDP telah menjalankan sejumlah program penguatan UMKM sawit di wilayah Riau. Program tersebut antara lain Workshop Gen-Z Sawit bekerja sama dengan SAMADE di Pekanbaru pada 8-9 Februari 2026.
Kemudian, Workshop Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Wanita Perkebunan untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga di Bidang Oleofood pada 2-3 Maret 2026. BPDP juga menggelar kegiatan Inovasi Sawit untuk Perempuan di Kampar pada 31 Maret 2026, dengan praktik membuat fresh care dari sawit, snack stik dari umbut sawit serta mengolah lidi sawit siap ekspor bagi perempuan dan UMKM petani sawit.
Program lainnya berupa Workshop dan Praktik Produksi Batik Sawit se-Provinsi Riau pada 21-22 April 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema melalui batik untuk menumbuhkan kreativitas dan brand baru berbasis turunan kelapa sawit.
Selanjutnya, BPDP menggelar praktik pembuatan pupuk solid dan tandan kosong kelapa sawit ramah lingkungan di Pekanbaru pada 17-18 Juni 2026. Program penguatan UMKM kemudian dilanjutkan melalui Promosi Diversifikasi Produk Turunan Kelapa Sawit di Wilayah Riau melalui Program Inkubasi Bisnis Sawit Baik di Dumai pada 30 Juni-3 Juli 2026.
Helmi menegaskan, rangkaian program tersebut merupakan bagian dari upaya BPDP untuk mendorong pemanfaatan berbagai produk turunan kelapa sawit sekaligus meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku UMKM. Dengan penguatan tersebut, UMKM di sekitar perkebunan diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi mampu berkembang menjadi bagian penting dari rantai nilai industri sawit nasional. (TESTI PRISCILLA/H)









