PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ekonomi Kalimantan Tengah pada tahun 2024 mencatat pertumbuhan yang signifikan sebesar 4,46 persen secara kumulatif. Pertumbuhan terjadi hampir di semua lapangan usaha, kecuali pada Industri Pengolahan yang mengalami kontraksi.

"Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib yang tumbuh sebesar 9,18 persen, diikuti oleh Pertambangan dan Penggalian sebesar 9,12 persen, serta Pengadaan Air yang tumbuh sebesar 8,85 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Minggu, 9 Februari 2025.

Sementara itu, lapangan usaha yang memiliki peran dominan seperti Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil, dan Sepeda Motor juga mengalami pertumbuhan, masing-masing sebesar 1,30 persen dan 4,47 persen. Namun, Industri Pengolahan mengalami kontraksi sebesar 0,02 persen.

"Secara keseluruhan, ekonomi Kalimantan Tengah menunjukkan ketahanan dan diversifikasi yang baik dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi," katanya.

Struktur Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB Kalimantan Tengah berdasarkan lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada tahun 2024 tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Perekonomian masih didominasi oleh Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 22,36 persen, diikuti oleh Industri Pengolahan sebesar 15,75 persen, Perdagangan Besar-Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,48 persen, serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 10,68 persen.

--page

"Peranan keempat lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Kalimantan Tengah mencapai 61,28 persen. Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah tahun 2024, Pertambangan dan Penggalian memberikan kontribusi terbesar sebesar 1,27 persen," jelas Agnes.

Kontribusi lainnya datang dari Perdagangan Besar-Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 0,55 persen, serta Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 0,52 persen.

Dengan pertumbuhan yang konsisten di berbagai sektor, Kalimantan Tengah menunjukkan potensi untuk terus meningkatkan perekonomiannya di tahun-tahun mendatang. Penguatan sektor-sektor dominan dan diversifikasi ekonomi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan dan meraih peluang di masa depan. (TESTI PRISCILLA/Y)