PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Petani Hortikultura atau NTPH Provinsi Kalimantan Tengah mengalami peningkatan signifikan pada bulan Januari 2025, naik sebesar 3,61 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Kenaikan ini terutama disebabkan oleh naiknya indeks harga yang diterima petani atau It hortikultura sebesar 3,59 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani atau Ib hortikultura mengalami penurunan sebesar 0,04 persen.

“Kenaikan It pada sektor hortikultura didorong oleh peningkatan harga pada kelompok sayur-sayuran, seperti cabai rawit, terung, kacang panjang, dan tomat, yang mengalami kenaikan sebesar 13,02 persen. Hal ini berkontribusi besar terhadap peningkatan pendapatan petani hortikultura, mengingat sayur-sayuran merupakan salah satu komoditas utama yang diusahakan petani,“ kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Selasa, 18 Februari 2025.

Namun, tidak semua kelompok tanaman hortikultura mengalami kenaikan harga. Kelompok tanaman buah-buahan seperti semangka, durian, dan rambutan justru mengalami penurunan harga sebesar 2,12 persen. Demikian pula dengan kelompok tanaman obat seperti kemangi dan jahe, yang harganya turun masing-masing sebesar 2,23 persen.

“Penurunan Ib hortikultura sebesar 0,04 persen, dari 125,26 menjadi 125,21, disebabkan oleh penurunan harga pada salah satu indeks penyusunnya, yaitu indeks kelompok Kebutuhan Rumah Tangga atau IKRT, yang turun sebesar 0,07 persen. Penurunan ini sedikit meredam beban biaya produksi dan konsumsi petani hortikultura,“ terang Agnes lagi.

Secara keseluruhan, meskipun terdapat penurunan harga pada beberapa kelompok tanaman hortikultura, kenaikan harga sayur-sayuran mampu mengimbangi dan mendorong peningkatan NTPH. Hal ini memberikan dampak positif terhadap daya beli dan kesejahteraan petani hortikultura di Indonesia.

“Kenaikan NTPH ini diharapkan dapat terus berlanjut, sehingga dapat mendorong sektor hortikultura untuk terus berkembang dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Pemerintah dan pihak terkait perlu memberikan perhatian lebih dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung petani dalam menghadapi tantangan di sektor hortikultura,“ katanya. (TESTI PRISCILLA/H)