BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Januari 2025, Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan atau NTNP di Provinsi Kalimantan Tengah mencatat kenaikan sebesar 0,18 persen.
"Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan di kalangan nelayan dan pembudidaya ikan. Salah satu faktor utama yang berkontribusi pada kenaikan NTNP adalah peningkatan Indeks Harga yang Diterima atau It subsektor perikanan sebesar 0,20 persen. Angka ini lebih besar dibandingkan dengan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar atau Ib subsektor perikanan yang hanya sebesar 0,02 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Rabu, 19 Februari 2025.
Kenaikan It subsektor perikanan mencerminkan adanya kenaikan indeks harga hasil produksi di seluruh kelompok perikanan. Terutama, perikanan tangkap mencatat kenaikan sebesar 0,15 persen dan perikanan budidaya mencatat kenaikan yang lebih signifikan, yakni 0,41 persen. Indeks harga hasil produksi yang lebih tinggi ini menunjukkan adanya peningkatan pendapatan yang diterima oleh nelayan dan pembudidaya ikan dari hasil produksi mereka.
"Secara keseluruhan, kenaikan It subsektor perikanan memberikan dampak positif terhadap NTNP. Peningkatan harga hasil produksi memberikan insentif bagi nelayan dan pembudidaya ikan untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil tangkapan maupun budidaya. Hal ini diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor ini," katanya.
Di sisi lain, kenaikan Ib subsektor perikanan yang hanya sebesar 0,02 persen menunjukkan adanya kestabilan dalam biaya produksi dan biaya hidup nelayan serta pembudidaya ikan. Stabilitas ini penting agar kenaikan pendapatan yang diterima nelayan dan pembudidaya ikan tidak tergerus oleh kenaikan biaya produksi maupun biaya hidup sehari-hari.
--page
"Keberhasilan subsektor perikanan dalam meningkatkan NTNP ini patut diapresiasi, namun tetap diperlukan upaya berkelanjutan dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keseimbangan antara kenaikan It dan kestabilan Ib. Dukungan dalam bentuk kebijakan, teknologi, serta akses pasar yang lebih luas diharapkan dapat membantu nelayan dan pembudidaya ikan untuk terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan mereka," terang Agnes.
Dengan adanya kenaikan NTNP pada Januari 2025, diharapkan sektor perikanan dapat menjadi salah satu penopang perekonomian nasional yang kuat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. (TESTI PRISCILLA/Y)









