PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perdagangan luar negeri Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan tren yang menarik selama Desember 2024. Nilai ekspor Kalimantan Tengah mencapai USD 417,22 juta, meningkat 17,07 persen dibandingkan dengan November 2024.

"Namun, angka tersebut turun 24,30 persen dibandingkan dengan Desember 2023. Komoditas utama yang menyumbang nilai ekspor ini antara lain adalah batu bara, minyak kelapa sawit, bijih zirconium, niobium, tantalum, lignit, kayu olahan, karet remah, bahan mineral lainnya, hasil hutan bukan kayu, serta kimia dasar organik dari hasil pertanian," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Sabtu, 22 Februari 2025.

Sementara itu, impor Kalimantan Tengah pada Desember 2024 menurut Agnes tercatat sebesar USD 3,10 juta, mengalami penurunan sebesar 21,91 persen dibandingkan dengan November 2024 dan turun 34,87 persen dibandingkan dengan Desember 2023. Komoditas impor utama selama bulan ini adalah aspal dan pupuk, dengan Singapura dan Laos sebagai negara asal utama dari impor tersebut.

"Ekspor Kalteng selama Desember 2024 didominasi oleh batu bara dan minyak kelapa sawit, yang merupakan komoditas ekspor utama provinsi ini. Jepang, Tiongkok, dan Vietnam menjadi negara tujuan utama ekspor Kalimantan Tengah. Nilai ekspor yang tinggi ini menunjukkan bahwa permintaan dari negara-negara tersebut tetap kuat, meskipun terjadi penurunan pada beberapa komoditas ekspor dibandingkan tahun sebelumnya," terang Agnes lagi.

Sebaliknya, impor Kalimantan Tengah didominasi oleh aspal dan pupuk, yang sebagian besar berasal dari Singapura dan Laos. Penurunan signifikan pada nilai impor selama Desember 2024 mencerminkan adanya penurunan kebutuhan akan bahan baku tersebut di dalam negeri. Hal ini mungkin terkait dengan perubahan tren ekonomi dan industri lokal yang mempengaruhi permintaan impor.

"Neraca perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah pada Desember 2024 tetap mencatat surplus sebesar USD 414,12 juta. Meskipun surplus tersebut mengalami peningkatan sebesar 17,51 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jika dibandingkan dengan Desember 2023, surplus ini turun sebesar 24,21 persen. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ekspor meningkat, penurunan impor yang signifikan mempengaruhi keseimbangan perdagangan luar negeri Kalteng," tuturnya.

Secara keseluruhan, perkembangan perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah selama Desember 2024 menggambarkan dinamika yang kompleks antara ekspor dan impor. Kenaikan pada beberapa komoditas ekspor utama menunjukkan ketahanan pasar internasional, sementara penurunan impor mencerminkan perubahan kebutuhan dalam negeri.

Dengan tren yang terus berubah, penting bagi provinsi ini untuk terus memantau dan menyesuaikan strategi perdagangan guna memastikan keseimbangan yang berkelanjutan dalam menghadapi tantangan global. (TESTI PRISCILLA/H)