BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Desember 2024, Kalimantan Tengah mencatat peningkatan nilai ekspor pada beberapa komoditas utama.
Komoditas yang paling signifikan adalah batu bara pada kelompok bahan bakar mineral, minyak kelapa sawit pada kelompok lemak dan minyak hewani/nabati, serta bijih zirconium, niobium, dan tantalum pada kelompok bijih, kerak, dan abu logam.
"Dibandingkan bulan sebelumnya, kelompok komoditas bahan bakar mineral mengalami peningkatan nilai ekspor sebesar US$27,87 juta atau naik sebesar 9,97 persen. Kelompok lemak dan minyak hewani/nabati mengalami peningkatan sebesar US$22,51 juta atau naik 59,30 persen, sementara kelompok bahan nabati untuk anyam-anyaman meningkat sebesar US$5,01 juta, meskipun tidak ada ekspor pada bulan sebelumnya," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Senin, 24 Februari 2025.
Meskipun terjadi peningkatan signifikan pada beberapa komoditas, beberapa kelompok komoditas lainnya justru mengalami penurunan nilai ekspor. Kelompok komoditas kayu dan barang dari kayu mengalami penurunan nilai ekspor sebesar US$5,94 juta atau turun 35,74 persen. Penurunan juga terjadi pada kelompok ampas/sisa industri makanan yang mengalami penurunan sebesar US$0,31 juta atau turun 14,29 persen.
"Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (year on year), beberapa kelompok barang mengalami penurunan nilai ekspor yang cukup besar pada Desember 2024," katanya.
Penurunan terbesar menurut Agnes terjadi pada kelompok bahan bakar mineral, yaitu senilai US$133,74 juta atau turun 30,31 persen. Kelompok kayu dan barang dari kayu juga mengalami penurunan nilai ekspor sebesar US$4,25 juta atau turun 28,47 persen.
"Namun, tidak semua kelompok barang mengalami penurunan nilai ekspor. Beberapa kelompok justru mencatat peningkatan nilai ekspor. Kelompok dengan peningkatan terbesar adalah kelompok karet dan barang dari karet yang naik sebesar US$4,90 juta atau meningkat 15,80 persen dibandingkan dengan Desember 2023," jelasnya.
Secara kumulatif, katanya, nilai ekspor Kalimantan Tengah pada periode Januari-Desember 2024 mengalami penurunan sebesar US$968,60 juta atau turun 19,40 persen dibandingkan nilai ekspor pada periode Januari-Desember 2023.
"Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan nilai ekspor pada sejumlah kelompok barang, terutama pada kelompok bahan bakar mineral yang mengalami penurunan sebesar US$670,83 juta atau turun 17,58 persen," tutur Agnes lagi.
Meskipun demikian, terdapat beberapa kelompok barang yang justru mencatat kenaikan nilai ekspor dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Salah satu kelompok yang mengalami peningkatan adalah kelompok karet dan barang dari karet, yang mengalami kenaikan nilai ekspor sebesar US$15,80 juta atau naik 46,64 persen. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan pada beberapa kelompok barang, masih ada komoditas yang mengalami peningkatan ekspor dan berkontribusi positif terhadap perekonomian Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)









