BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Februari 2025, Provinsi Kalimantan Tengah mengalami penurunan indeks dalam kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.
"Deflasi year-on-year atau y-on-y tercatat sebesar 13,90 persen, dengan indeks turun dari 101,11 pada Februari 2024 menjadi 87,06 pada Februari 2025," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Kamis, 6 Maret 2025.
Subkelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga mencatat deflasi y-on-y tertinggi sebesar 32,63 persen, sedangkan subkelompok sewa dan kontrak rumah mengalami inflasi y-on-y tertinggi sebesar 0,69 persen.
"Secara keseluruhan, kelompok ini memberikan andil deflasi y-on-y sebesar 1,93 persen pada Februari 2025," katanya.
Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi y-on-y antara lain adalah tarif listrik sebesar 1,92 persen dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,05 persen.
"Sementara itu, sewa rumah dan tarif air minum PAM memberikan andil inflasi y-on-y masing-masing sebesar 0,03 persen dan 0,01 persen," tutur Agnes lagi.
--page
Dalam konteks bulanan, pada Februari 2025 kelompok ini juga memberikan andil deflasi month-to-month atau m-to-m sebesar 0,38 persen.
"Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi m-to-m adalah tarif listrik dengan kontribusi sebesar 0,38 persen. Penurunan tarif listrik menjadi faktor utama yang mendorong terjadinya deflasi pada kelompok ini dalam skala bulanan," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









